Aksi unjuk rasa PNS Yunani. (Foto: AFP)
ATHENS - Kebijakan Uni Eropa yang akan membantu menangani krisis di Yunani, dibarengi dengan sikap mogok kerja para pegawai sipil Yunani.
"Kami harus membantu Yunani, itu sangat jelas, dan semua bangsa di Eropa dan Eurogroup akan melakukannya," ujar Perdana Menteri Spanyol Jose Luis Rodriguez Zapatero, seperti dikutip AFP, Kamis (11/2/2010).
Spanyol memegang rotasi presiden Uni Eropa, sementara Eurogroup adalah forum untuk ke-16 menteri keuangan zona euro.
Mogok kerja terjadi di kantor-kantor pemerintahan, sekolah dan kampus. Sementara rumah sakit hanya menangani masalah darurat. Penerbangan menuju Yunani ditunda, karena pengatur lalu lintas udara juga bergabung dalam pemogokan ini dan jasa kereta api pun terganggu.
Serikat Pegawai Sipil ADEDY menyatakan, sekira 75 persen dari pegawai publik melakukan unjuk rasa. Sekira 10.000 pegawai turut ambil bagian dalam unjuk rasa yang dilakukan di Athena dan 3.000 lagi di Kota Thessaloniki.
Para demonstran membawa spanduk dengan tulisan "Golongan Kaya Harus Membayar Krisis Ini". secara spesifik tuntutan itu ditujukan kepada bankir, pemilik kapal dan para pengusaha besar.
Aksi unjuk rasa itu diawali dari pernyataan Perdana Menteri Yunani George Papandreou yang meminta pegawai negeri sipil (PNS) untuk menerima pemotongan bonus, sebagai contoh bagi semua warga lain. (rhs)