Foto: Koran SI
JAKARTA - PT XL Axiata Tbk (EXCL) menutup tahun anggaran 2009 dengan peningkatan pendapatan usaha sebesar 14 persen menjadi Rp13,9 triliun. EBITDA pun naik sebesar 21 persen menjadi Rp6,2 triliun dibandingkan 2008.
Sementara itu jumlah pelanggan dan prepaid revenue generating subscriber base (RGB) juga mengalami kenaikan masing-masing sebesar 21 persen menjadi 31,4 juta dan 31,1 juta pelanggan.
“Sepanjang 2009, XL mengalami peningkatan pemakaian layanan data secara siginifikan yang didorong oleh beralihnya kebutuhan telekomunikasi para pelanggan dari kebutuhan dasar, seperti menelepon dan mengirim SMS saja, menjadi chatting dan mengunduh aplikasi jejaring sosial melalui telepon genggam," ungkap Presiden Direktur EXCL Hasnul Suhaimi dalam keterangan tertulisnya kepada okezone, di Jakarta, Kamis (11/2/2010).
Perilaku ini, jelasnya, didukung oleh tingginya tingkat penetrasi BlackBerry dan telepon genggam yang mempunyai kemampuan GPRS. Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan akan layanan data, XL memperkenalkan tarif yang sangat terjangkau untuk layanan data dengan berbagai macam mekanisme tagihan yang dapat dipilih sendiri oleh pelanggan. Hasilnya, peningkatan pendapatan layanan data meningkat sebesar 269 persen.
Hingga akhir 2009, jumlah pelanggan XL meningkat 21 persen menjadi 31,4 juta pelanggan sedangkan pelanggan Revenue Generating Base (RGB) prabayar meningkat sebesar 49 persen menjadi 31,1 juta pelanggan.
Jumlah panggilan keluar dan SMS juga meningkat secara signifikan sebesar 60 persen menjadi 87,6 miliar menit dan SMS meningkat sebesar 258 persen menjadi 63,6 miliar SMS. Dengan meluncurkan berbagai jenis paket layanan yang disesuaikan dengan perilaku pelanggan, XL meraih penghargaan The Best Innovation in Marketing bulan Desember 2009 lalu (penghargaan ini telah diraih selama tiga berturut-turut).
Selain itu, XL juga menerapkan pengelolaan biaya yang efisien secara keseluruhan yang menghasilkanp peningkatan OpEx yang lebih rendah daripada peningkatan pendapatan usaha. Dengan demikian, EBITDA margin XL bertumbuh menjadi 45 persen dan menghasilkan laba bersih sebesar Rp1,7 trilliun.
Untuk 2010, XL mengalokasikan belanja modal sebesar USD400-450 juta dimana jumlah ini juga termasuk pembayaran untuk capex 2009 yang pembayarannya jatuh tempo di 2010. Seluruh belanja modal ini akan didanai melalui arus kas internal.
“XL akan terus meningkatkan kualitas dengan cara mengendalian beban jaringan melalui penawaran program yang disesuaikan dengan beban jaringan sepanjang hari dan menghindari investasi yang tidak perlu. Sumber daya yang tersedia akan terus dimanfaatkan secara efisien dalam rangka memaksimalkan pertumbuhan maupun memuaskan pelanggan kami,” pungkasnya.
(css)