Gedung BI. Foto: Koran SI
JAKARTA - Wakil ketua DPR Pramono Anung menyayangkan sikap pemerintah yang hingga saat ini belum juga mengajukan nama calon pengganti Boediono sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI).
Menurutnya, tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menunda-nunda pengajuan nama ini, mengingat banyak permasalahan yang harus ditangani oleh BI.
"Seyogyanya, nama gubernur BI harus segera diajukan, siapa pun itu namanya," kata Pramono saat ditemui wartawan, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (12/2/2010).
Selain itu, dengan adanya kasus Bank Century ini menunjukkan adanya manajemen BI yang keropos. Padahal, dikatakannya, dulu ada gubernurnya dengan sekarang yang tidak ada gubernurnya. Ditambah, ada Deputi BI yang sakit (Siti Fadjriah) yang tidak bisa menjalankan tugasnya.
"Semestinya pemerintah harus segera mengajukan calon gubernur BI yang tidak terkontaminasi dengan persoalan-persoalan yang terjadi saat ini. Ini sangat vital, jadi tidak perlu di-pending-pending. Harus segera diisi," katanya.
Baginya, sosok ideal calon gubernur BI tidak boleh dari kalangan partai politik, serta harus independen. Hal ini dikarenakan BI menyangkut masalah moneter. (ade)