Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

7 Perusahaan Siap Terbitkan Obligasi

7 Perusahaan Siap Terbitkan Obligasi
Foto : okezone.com
A
A
A

JAKARTA - Sebanyak tujuh perusahaan akan menerbitkan obligasi senilai total Rp10-15 triliun pada semester I/2010,termasuk obligasi dolar yang diterbitkan PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT Pertamina.

“Kami segera memberi peringkat untuk penerbitan obligasi tersebut,” kata Direktur PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Salyadi Saputra di Jakarta kemarin.

Salyadi mengungkapkan, dari sekitar tujuh emiten itu, di antaranya obligasi subordinasi (subdebt) PT Bank Permata Tbk senilai Rp600-700 miliar,yang sudah mendapat persetujuan dari Bank Indonesia (BI) dan obligasi konvensional PT Bank Tabungan Negara Tbk senilai Rp1,5 triliun, yang diperkirakan akan terbit pada kuartal II/2010. Selain itu, obligasi PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) senilai Rp1,5 triliun dan medium term note (MTN) Perum Pengadaian senilai Rp1triliun.

“Sedangkan dari finance company, total nilanya mencapai Rp2 triliun, tapi detailnya belum bisa kami sampaikan,” imbuhnya.

Direktur Pefindo Yose Rizal menambahkan, perusahaan lain yang diperingkat oleh Pefindo adalah PT Indosat Tbk (ISAT),yang akan menerbitkan obligasi berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) senilai USD750 juta. Obligasi dalam dolar AS juga akan diterbitkan PT Pertamina (Persero), namun belum diketahui nilai pastinya. Sedangkan rencana penerbitan obligasi yang masih dalam pembicaraan adalah PT Bakrie Toll Road yang merupakan anak usaha PT Bakrieland Development Tbk (ELTY).

“Belum dimandat pemeringkatnya,” tutur dia.

Di luar itu, Pefindo juga akan menangani sekitar lima bank pembangunan daerah (BPD) yang akan menerbitkan obligasi. Nilai obligasi yang akan diterbitkan masing-masing BPD antara Rp500 miliar hingga Rp1 triliun. Diperkirakan, minimal dana yang akan terhimpun dari lima BPD tersebut mencapai Rp2,5 triliun. Menurut Analis Infovesta Utama Wawan Hendrayan,penerbitan obligasi tahun ini diperkirakan tumbuh pesat karena bunga yang ditawarkan instrumen utang lebih tinggi dibanding deposito.

“Yang selama in menanam modal di deposito akan lari ke obligasi,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Menurut Wawan, ketertarikan investor terhadap obligasi karena dengan penerbitan obligasi, perusahaan bisa mendapatkan dana dengan bunga yang lebih rendah dari kredit perbankan. “Suku bunga saat ini masih rendah.Sebelum naik seperti diperkirakan seiring pertumbuhan ekonomi dan inflasi, perusahaan bisa memanfaatkan celah ini untuk segera menerbitkan obligasi,”tuturnya.

Namun,menurut dia, nilai penerbitan obligasi korporasi tahun ini akan lebih kecil dibandingkan tahun lalu. Berdasar data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK), emisi obligasi korporat tahun lalu mencapai Rp28,09 triliun, melonjak 99,2% dibandingkan tahun 2008 sebesar Rp14,1 triliun.

Sebelumnya Direktur Utama Danareksa Sekuritas Edgar Ekaputra juga menilai pasar obligasi akan melanjutkan pertumbuhan tinggi yang dicatatkan pada tahun lalu. Dia memperkirakan emisi obligasi korporasi tahun ini bisa mencapai Rp27 triliun.“Kalau kondisi perekonomian dapat terjaga, nilai emisi obligasi tahun ini,masih berpeluang tumbuh,”ujarnya.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa(AB) Bursa Efek Indonesia (BEI) Wan Wei Yiong juga menilai kondusifnya perekonomian di tahun ini akan memicu aktivitas penerbitan surat utang obligasi.Tingkat suku bunga yang masih rendah dipercaya membuat perusahaan memilih instrumen tersebut.

“Secara umum dengan tingkat suku bunga seperti sekarang ini seharusnya menarik. Bagi investor tingkat imbal hasil masih lebih tinggi dibanding deposito, sedangkan bagi perusahaan cost of fund lebih rendah,” ujar Wei Yiong belum lama ini.

BEI menargetkan jumlah penerbitan obligasi korporasi tahun ini mencapai 34 emisi,namun tidak mematok target nilai penerbitannya. Pada tahun lalu,tercatat setidaknya 24 perusahaan yang menerbitkan obligasi.

Emisi terbesar pada 2009 adalah obligasi PT Bank Mandiri Tbk senilai Rp3,5 triliun, yang digunakan untuk menambah permodalan. Sedangkan terkecil adalah obligasi PT Danareksa Tbk senilai Rp200 miliar. (j erna/Koran SI)(adn)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement