Posisi BI I Kosong Bisa Ganggu Target Moneter

Andina Meryani - Okezone
Senin, 15 Februari 2010 12:56 wib
Ilustrasi. Foto: Corbis
Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - Kekosongan posisi gubernur Bank Indonesia (BI) dikhawatirkan akan menganggu target-target moneter Indonesia. Dengan demikian, pemerintah seharusnya segera dan secepatnya mengusulkan ke DPR nama-nama calon gubernur BI yang baru.

"Kekosongan orang dan fungsional akan mengganggu target-target moneter, kalau orang nomor satu (BI) belum ada," ujar Ekonom Bank Negara Indonesia (BNI) Ryan Kiryanto, di sela Seminar Pengawasan Perbankan Sistem Keuangan Nasional, di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (15/2/2010).

Sementara itu, terkait nama-nama calon gubernur BI yang telah beredar di masyarakat yakni salah satunya adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani, dirinya menilai sosok tersebut sudah teruji kemampuannya.

Di sisi lain, di bawah kepemimpinan Pjs Gubernur BI Darmin Nasution sebenarnya BI sudah mampu meraih target moneter yang baik di 2009. "Soal nama yang beredar, figur kredibel, mumpuni, legitimasi, dan memiliki networking internasional, semua dikembalikan mandatnya ke Presiden," tambahnya.

Namun, dirinya menekankan bahwa calon gubernur BI tersebut tidak masalah apakah akan berasal dari luar BI atau dari internal BI asalkan memiliki kredibilitas, integritas, networking internasional berpengalaman di bidang perbankan dan moneter.

"Tapi siapapun, Presiden punya pertimbangan yang matang, baik segi hard skill maupun soft skill," tukasnya. (ade)
TWITTER »
twit