Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi tahun ini tetap di kisaran 5,5 sampai 5,7 persen, sama dengan asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) 2010 sebesar 5,5 persen.
Pejabat Sementara Gubernur BI Darmin Nasution, mengatakan prospek pertumbuhan tersebut disebabkan kondisi eksternal yang lebih kondusif dengan pulihnya perekonomian global.
"Saat ini, BI rate dan inflasi belum tertekan, dengan inflasi di Januari masih 0,84 persen, karena pengaruh beras, ya bisa panen dalam 1-2 bulan ini. Pengaruh-pengaruh itu yang kita percaya menjadi tekanan yang berarti bagi inflasi sehingga kita tetap sama masih 5,5-5,7 persen pertumbuhan tahun ini," ujar Darmin, saat ditemui wartawan, seusai saat konferensi pers TabunganKu masa depanku, di kantor pusat BI, di Jakarta, Senin (15/2/2010).
Ada prospek stabilitas harga, tekanan inflasi tahun ini masih akrab bersumber dari persoalan struktur pasar sejumlah komoditas makanan, distribusi, serta pengaruh harga internasional.
Darmin mengatakan, pencapaian prospek perekonomian yang bagus tadi tetap menghadapi tantangan yang tak ringan, terutama bagaimana mendorong struktur pertumbuhan yang lebih seimbang melalui peningkatan investasi. (ade)