Presiden ECB Jean-Claude Trichet. (Foto : Corbis.com)
BRUSSEL - Yunani harus mengambil langkah tepat untuk memperbaiki kondisi keuangannya yang saat ini mengalami defisit. Negara yang tengah diguncang krisis itu, juga harus meningkatkan pengawasan terhadap indikator ekonomi.
"Negara-negara Eropa saat ini meminta kepada Yunani, agar mengambil langkah ekstra untuk dapat memastikan rencana pemulihannya itu kredibel," ujar Presiden ECB Jean-Claude Trichet, dalam wawancaranya stasiun televisi Prancis, LCI, seperti dipublikasikan CNBC.com, Senin (15/2/2010).
ECB dan Komisi Eropa minggu lalu menyepakati untuk bekerja sama memonitor Yunani, tapi pemimpin Uni Eropa gagal untuk menemukan cara yang tepat untuk memperbaiki permasalahan di Yunani.
"Kita memerlukan alat agar untuk mendapatkan semua informasi agar dapat menyelesaikan permasalah Yunani," ujar Trichet.
Pasar keuangan Yunani mengalami goncangan karena akibat meningkatnya defisit keuangan pada 2009 hingga mencapai 12,7 persen dari total produk domestik bruto (PDB). Jumlah itu melebihi empat kali batas maksimal yang ditetapkan komite Uni Eropa, yaitu sekira tiga persen dan tiga kali dari perkiraan awal.
Menteri Keuangan Zona Eropa akan kembali membahas permasalah Yunani awal pekan ini.
Trichet mengatakan, gerakan Uni Eropa bukan hanya sekadar gerakan satu negara semata, dan Yunani harus menghargai komitmen itu.
Sebuah poling menyatakan, mayoritas warga Jerman bahkan meminta semua utang Yunani dipindahkan keluar zona Eropa.
Yunani adalah satu-satunya negara di Uni Eropa yang memiliki masalah ekonomi. Sehingga perlu dilakukan pemulihan citra di mata keuangan dunia.
"Jika tidak ada kepercayaan terhadap perusahaan, maka investor tidak akan berinvestasi," ujar Trichet. (rhs)