Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sedang menjajaki permintaan serius investor dari Timur Tengah yang ingin menanamkan modal di sektor infrastruktur di Asia Tenggara.
Lesunya perekonomian kawasan Teluk menyebabkan para investor mencari kesempatan investasi di wilayah yang menjanjikan pertumbuhan yang lebih baik, seperti Indonesia.
“BNBR merespons minat serius sejumlah investor Timur Tengah untuk menanamkan modalnya di sektor infrastruktur, khususnya pipanisasi migas, pembangkit listrik dan jalan tol. Sektor ini dipilih oleh para investor karena profil pendapatan sektor infrastruktur relatif stabil dan berulang," kata Managing Director sekaligus Chief Executive Officer (CEO) BNBR, Bobby Gafur Umar yang sedang saat ini berada di Dubai, melalui keterangan tertulisnya kepada okezone, di Jakarta, Senin (15/2/2010).
Chief Financial Officer BNBR Eddy Soeparno menambahkan bila perseroan tengah melakukan pembahasan dengan investor swasta dan sebuah sovereign fund di kawasan Teluk yang bermaksud melakukan investasi di wilayah yang menjanjikan pertumbuhan baik, seperti Indonesia.
Investor Timur Tengah dan kawasan Teluk khususnya, melirik ke Asia Tenggara mengingat sebagian besar investasi mereka di kawasan Teluk saat ini tidak berkembang dengan memuaskan.
Selain itu, Bobby mengharapkan dalam beberapa bulan ke depan, pembahasan pendanaan yang tengah dijajaki dapat membuahkan hasil-hasil yang lebih konkret.
“BNBR secara serius menjajaki berbagai peluang usaha dan pendanaan yang ditawarkan kepada kami, khususnya jika pendanaan tersebut ditujukan untuk pengembangan proyek-proyek investasi BNBR yang saat ini menjadi salah satu fokus utama kelompok usaha Bakrie,” ujar Bobby.
Sektor infrastruktur diakuinya memang sedang menjadi prioritas kelompok usaha Bakrie ini. Setelah peresmian tol Kanci-Pejagan oleh Bakrie Toll Road pada akhir Januari lalu, dalam waktu dekat BNBR akan menandatangani Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) bersama konsorsium jalan tol Cimanggis-Cibitung.
Di samping jalan tol, BNBR tetap fokus pada proyek-proyek infrastruktur lain seperti pipanisasi gas dan pembangkit listrik. Bobby dan Eddy pun saat ini berada di Dubai bertemu dengan berbagai investor dari Timur Tengah dan kawasan Teluk. (ade)