Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rapor Ekonomi 2009

Koran SI , Jurnalis-Senin, 15 Februari 2010 |09:18 WIB
Rapor Ekonomi 2009
Image : Corbis.com
A
A
A

MINGGU lalu Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja perekonomian pada kuartal IV-2009. Laporan tersebut ditunggu banyak orang untuk memastikan apakah perkembangan perekonomian Indonesia mulai mengalami percepatan kembali di tengah proses pemulihan perekonomian global. Sebagaimana diketahui, ternyata laporan BPS itu memperkuat dugaan sebagian orang bahwa ternyata percepatan pertumbuhan ekonomi telah kembali terjadi di Indonesia.

Perkembangan PDB Tahun 2009

Beberapa waktu sebelum dikeluarkannya laporan tersebut, kita melihat beberapa data yang menunjukkan bahwa perekonomian pada kuartal IV-2009 memang mengalami perbaikan. Penjualan mobil, misalnya, mengalami kenaikan 5,7 persen dibandingkan dengan kuartal yang sama 2008. Demikian juga penjualan sepeda motor yang bahkan telah mengalami pertumbuhan penjualan sejak kuartal III/2009.

Berbagai industri yang memproduksi barang konsumsi melaporkan permintaan yang kuat pada kuartal tersebut. Terakhir, yang membuat kita semakin yakin adalah mulai terjadinya pertumbuhan tahunan ekspor pada kuartal IV-2009 yang mengalami pertumbuhan sebesar hampir 24 persen dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun sebelumnya.

Atas perkembangan tersebut, dalam tulisan saya minggu lalu, saya memprediksi pertumbuhan ekonomi sepanjang 2009 akan mencapai 4,5 persen (lihat tulisan: Prospek Ekspor 2010), sedangkan PDB nominal akan mencapai sekitar Rp5.600 triliun. Sebagaimana kita ketahui dari laporan BPS pada Rabu 10 Februari lalu, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2009 ternyata memang mencapai 4,5 persen, sedangkan untuk kuartal IV mencapai pertumbuhan 5,4 persen.

Sementara itu,PDB nominal bahkan sedikit lebih tinggi dari prediksi saya yang sebetulnya sudah optimistis, yaitu mencapai Rp5.613,4 triliun. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2009 tersebut terjadi merata di semua sektor (broad-based). Sektor transportasi dan telekomunikasi mengalami pertumbuhan yang paling tinggi,yaitu 15,4 persen, diikuti sektor listrik, air, dan gas yang mengalami peningkatan sebesar 13,8 persen.

Sementara itu,sektor konstruksi mengalami pertumbuhan 7,1 persen dan sektor jasa-jasa meningkat 6,4 persen. Sektor tradable, yaitu sektor pertanian,mengalami pertumbuhan 4,1 persen, cukup tinggi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, sementara sektor pertambangan juga mengalami pertumbuhan yang tinggi,yaitu sebesar 4,4 persen.

Sektor manufaktur mengalami pertumbuhan yang terendah, yaitu 2,1 persen. Kinerja semacam ini tentu akan semakin memperkuat polemik tentang terjadinya deindustrialisasi . Saya akan mengulas secara khusus tentang fenomena tersebut, terutama dicocokkan dengan perkembangan di lapangan.

Prospek 2010

Dengan melihat kinerja tahun 2009 tersebut, bagaimana prospek perekonomian Indonesia di tahun 2010? Kuartal IV-2009 yang lalu memunculkan perkembangan yang menarik karena terjadinya pertumbuhan ekonomi tahunan pada kuartal IV sebesar 5,4 persen.Angka ini mengalami pelonjakan dibandingkan dengan pertumbuhan tahunan kuartal III yang sebesar 4,2 persen.

Perkembangan ini memiliki kemiripan dengan kinerja industri mobil dan sepeda motor yang mengalami pelonjakan tajam pada kuartal IV. Dengan kinerja tersebut, industri mobil, misalnya, merasakan optimisme baru dalam melihat prospek penjualan mobil pada 2010. Jika tahun 2009 penjualan mobil hanya mencapai 486.000 unit, tahun 2010 para pengusaha industri mobil memprediksi penjualan sebesar 550.000 unit.

Saya sendiri optimistis akan terjadi penjualan antara 610.000– 650.000 unit. Optimisme ini diperkuat lagi dengan data penjualan mobil pada Januari 2010 yang mencapai lebih dari 53.000 unit. Dengan melihat analogi tersebut, kita pantas untuk memiliki optimisme yang lebih besar pada 2010 karena bahkan sebelum memasuki 2010 tersebut ternyata perekonomian kita mampu mengalami pertumbuhan sebesar 5,4 persen pada kuartal IV-2009.

Ini berarti momentum yang terbangun akan lebih meringankan lagi pencapaian pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.Jika pemerintah optimis mencapai pertumbuhan sekitar 5,5 persen,saya yang semula yakin bahwa pertumbuhan ekonomi kita akan mencapai di atas 5,5 persen saat ini memiliki optimisme yang lebih besar akan terjadinya pertumbuhan antara 5,5–6,5 persen pada 2010 tersebut.

Sementara itu,dari sisi PDB nominal, pertumbuhan yang terjadi mencapai angka 13,3 persen. Pertumbuhan PDB nominal tersebut penting untuk dapat membandingkan kinerja perekonomian nasional dengan laporan keuangan banyak perusahaan,terutama perusahaan publik (listed companies). Pada kuartal IV sendiri, pertumbuhan PDB nominal mencapai 16,3 persen,melonjak dibandingkan dengan 10,9 persen pada kuartal sebelumnya.

Ini berarti telah terjadi pembalikan dalam kecepatan pertumbuhan PDB nominal dari yang semula mengalami penurunan menjadi mengalami percepatan kembali. Dengan tingkat pertumbuhan tersebut, bukan tidak mungkin tahun 2010 akan menghasilkan pertumbuhan PDB nominal antara 15–20 persen sehingga mengalami kemiripan dengan tahun 2007 lalu. Pada 2009 lalu, PDB nominal mencapai Rp5.613,4 triliun.

Dengan mengikuti alur data yang ada di BPS,PDBnominalinimenghasilkan PDB dalam dolar sekitar USD598 miliar sehingga menghasilkan PDB per kapita sebesar USD2.590. Ini merupakan suatu prestasi tersendiri karena peningkatan pendapatan per kapita adalah sekitar 12 persen, sedangkan kecepatan pertumbuhan jumlah penduduk sebesar 1,3 persen.Tahun 2009 yang lalu jumlah penduduk Indonesia diperkirakan sekitar 231 juta di tengah tahun.

Tahun 2010 ini,perekonomiankitaakanmampu menghasilkan PDB nominal sekitar Rp6.300–6.700 triliun. Jumlah ini, dengan melihat perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini, diperkirakan dapat menghasilkan PDB sekitar USD700 miliar atau pendapatan per kapita di sekitar USD3.000.

Jika tingkat ini tercapai,kelas menengah yang dihasilkan akan membantu mempercepat proses pertumbuhan ekonomi lebih lanjut.Banyak pihak mengatakan bahwa perekonomian dengan pendapatan per kapita di atas USD3.000 akan melahirkan gelombang baru dalam perekonomian. Saya yakin, masyarakat dunia usaha kita akan bisa memanfaatkan perkembangan tersebut dalam rangka pengembangan bisnis mereka. (*)

CYRILLUS HARINOWO HADIWERDOYO
Pengamat Ekonomi

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement