Ilustrasi. Foto: Koran SI
JAKARTA - Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) menargetkan produksi rumah sederhana yang dibangun anggotanya bisa meningkat menjadi 100 ribu unit rumah sederhana pada 2010 ini.
"Tahun 2010 ini kita targetkan 100 ribu unit, subsidi dan nonsubsidi bisa meningkat," kata Ketua Umum DPP Apersi Fuad Zakaria saat konferensi pers di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (15/2/2010).
Padahal, pada 2009 lalu hasil produksi dari anggota asosiasi ini memang kurang memuaskan. Dari target rumah sederhana bersubsidi sebanyak 70 ribu unit, pencapaian untuk produk bersubsidi dan nonsubsidi adalah sebanyak 75 ribu unit.
Optimisme ini, lanjutnya adalah karena adanya dukungan pemerintah. Baik itu melalui skema subsidi maupun melalui skema kredit kepemilikan rumah (KPR) yang diwacanakan pemerintah. "Apapun skemanya, silakan saja, tapi jangan mengubah kemampuan mayarakat," jelasnya.
Untuk masa pengalihan dari skema subsidi ke KPR, dia menjelaskan agar sebaiknya selama sembilan bulan pertama subsidi jangan dicabut terlebih dahulu. Agar, subsidi masih bisa menutupi kekurangan dari KPR.
"Bank itu akan jalan terus (memberikan skema subsidi). Selama skema baru belum mulai, kita harusnya bisa jalan dengan jalan yang lama selama sembilan bulan," tukasnya. (ade)