Foto: Koran SI
JAKARTA - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) telah menyelesaikan proses penawaran umum terbatas (rights issue) senilai Rp4,8 triliun atau sekira USD502 juta. Selesainya rights issue ditandai transaksi tutup sendiri (crossing) saham ENRG yang difasilitasi PT Danatama Makmur senilai Rp1,36 triliun.
“Kami saat ini masih menunggu laporan selengkapnya dari Danatama dan PT Madani Securities sebab hari ini (15/2/2010) merupakan hari terakhir di mana pembeli siaga berkewajiban menyelesaikan komitmennya sehubungan dengan settlement proses rights issue tersebut,” ujar Investor Relations ENRG Herwin Hidayat, kemarin.
Dengan dana segar yang didapat rights issue, ENRG siap melakukan ekspansi untuk meningkatkan kinerja operasionalnya.Perseroan juga berpotensi menurunkan rasio utangnya atau debt to equity ratio (DER) menjadi hanya 0,43 kali dari sebelumnya 1,84 kali. ENRG akan menggunakan sebagian dana right issue untuk mengurangi utang dari semula USD607,3 juta menjadi USD357,3 juta.
Perseroan akan membayar utang kepada Credit Suisse sebesar USD200 juta dari total utang USD450 juta.ENRG juga memiliki utang sebesar USD157,3 juta kepada kreditor lain.”Sebagian dana akan kami gunakan untuk pembayaran sebagian utang perseroan,” ujar Herwin. Selain itu, ENRG juga akan menggunakan dana sebesar USD100 juta untuk pembayaran akuisisi10 persen kepemilikan di Blok Masela PSC dari Inpex Corporation.
Dengan akuisisi tersebut, perseroan akan mampu meningkatkan cadangan minyak dan gas hingga 200 juta barel ekuivalen minyak (barrel of oil equivalen/boe) menjadi sekitar 424 juta boe dari sebelumnya 224 juta boe,”ungkap Herwin. Blok Masela merupakan blok terbesar kedua di Indonesia. Berdasarkan presentasi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral pada 23 April 2009,Blok Masela memiliki cadangan gas hingga 13,65 triliun kaki kubik.
Untuk itu,Energi berpeluang memiliki cadangan gas sebesar 1,3 triliun kaki kubik atau sekitar 200 juta boe. Menurut Herwin, total cadangan pada semua proyek Energi saat ini mencapai 360 juta boe.Namun, jika memperhitungkan kepemilikan saham perseroan pada tiap proyek, cadangan yang dimiliki Energi berkisar 224 juta boe.
Sebelum masuknya ENRG, Inpex Masela menguasai 100 persen working interest di blok tersebut. Blok Masela memiliki luas 3.221 kilometer persegi dan terletak 300-1.000 meter di kedalaman laut. ENRG tahun ini menargetkan pendapatan pendapatannya tumbuh 67,88 persen menjadi USD230 juta dibanding 2009 yang diperkirakan sebesar USD137 juta. Sementara laba setelah pajak 2010 diperkirakan sebesar USD10-15 juta.
Adapun produksi diproyeksi mencapai 7.121 juta barel setara minyak (mmboe),naik dari tahun lalu 6.351 mmboe. Sementara itu,Direktur Investment Banking Danatama Makmur Vicky Ganda Saputra mengakui, crossingsaham ENRG kemarin memang terkait proses penyelesaian rights issue.
“Kami memang melakukan placement,” ungkapnya. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI),Danatama Makmur memfasilitasi crossing saham ENRG di pasar negosiasi senilai Rp1,36 triliun. Crossing pertama terjadi pukul 14.41.41 waktu Jakarta Automatic Trading System (JATS) sebanyak 616.460 lot.
Transaksi kedua pada pukul 14.50.01 sebanyak 1,38 juta lot.Selanjutnya,transaksitutup sendiri dilakukan sebanyak 1,43 juta lot pada pukul 15.00.01,dan pukul 15.10.01 sebanyak1,72jutalotsaham. Transaksi berikutnya dilakukan pada pukul 15.17.00 sebanyak 2,12 juta lot, pukul 15.35.00 sebanyak 2,58 juta lot, dan 2 juta lot saham pada pukul 15.45.18 waktu JATS.Transaksi terakhir dilakukan pada pukul 15.50.01 sebanyak 2,93 juta lot saham. (Juni Triyanto)
(//css)