JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) akan melakukan penerbitan saham baru (right issue) sebesar Rp3 triliun-Rp4 triliun. Rencana untuk memperkuat modal tersebut akan dilakukan di semester II-2010.
"Kami berencana meningkatkan modal teer I dengan menggelar right issue. Hal tersebut dilakukan karena modal inti perseroan masih lebih rendah dari bank BUMN lainnya," ungkap Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo, selepas paparan publik di Gedung BNI Jakarta, Selasa (16/2/2010).
Hingga akhir 2009, posisi kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perseroan berada di level 13,7 persen. Namun jika memperhitungkan risiko operasional, CAR perseroan bisa tergerus 2-2,5 persen menjadi sekira 11 persen.
Sementara CAR bank BUMN lainnya rata-rata memiliki CAR 12 persen. Sehingga diperkirakan right issue-nya sebesar Rp3 triliun-Rp4 triliun. Dana right issue tersebut juga diharapkan dapat mencukupi modal perseroan sesuai ketentuan Basel II.
"Dengan menggelar right issue, perseroan juga menginginkan mendapat tax benefit sebesar lima persen. Keuntungan tersebut sudah diperoleh oleh BRI dan BCA," tambah Gatot.
Rencana right issue tersebut, kata Gatot, akan dilakukan dengan denominasi dolar. Pasalnya, harga dolar sekarang dalam kondisi murah. Apalagi didukung oleh oleh perekonomian Indonesia yang relatif stabil.
Sayangnya, right issue tersebut bakal terkendala atas persetujuan DPR. Hal tersebut dikarenakan DPR sedang sibuk mengurusi pansus Hak Angket Bank Century yang belum selesai hingga sekarang.
"Sebenarnya kami menginginkan right issue pada 2011. Tapi karena kebutuhan modal kami cukup mendesak, maka kami akan memajukan di semester II-2010. Sayangnya, surat yang sudah kami berikan ke Menteri BUMN belum mendapat persetujuan dari DPR," tegas Gatot.
Gatot juga menambahkan selain untuk memenuhi modal perseroan, pihaknya juga akan menggunakan dana right issue tersebut untuk penyaluran pinjaman dalam denominasi valas. Di tahun ini, pihaknya akan menyalurkan pinjaman ke sektor migas dan proyek power plan.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.