Gedung DPR. Foto: Koran SI
JAKARTA - Komisi VII DPR sepakat menunda Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT PLN (Persero) pada hari ini karena menilai direksi PLN tidak siap dalam mempersiapkan bahan presentasi dan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan DPR sebelumnya.
Rapat sebenarnya sudah berlangsung sekira 1,5 jam, namun terpaksa dihentikan ketika PLN memberikan jawaban dan presentasi yang dinilai tidak siap dan tidak memberikan bahan presentasi sebelumnya kepada anggota dewan.
Sesuai agenda, semestinya ada lima pembahasan yang akan dibahas dalam RDP tersebut, yaitu upaya-upaya prioritas yang sudah dilakukan untuk memenuhi target manajemen di dalam penyelesaian krisis listrik pada akhir tahun ini, serta perkembangan tingkat efisiensi di dalam kegiatan operasi perusahaan.
Kemudian proyeksi kebutuhan gas dan kemampuan pendanaan dalam beberapa tahun ke depan, klarifikasi dan penjelasan mengenai penerbitan SK Direksi Nomor 313.K/DIR/2009 tanggal 31 Desember 2009 perihal Ketentuan Pelaksanaan Penghematan Pemakaian Tenaga Listrik oleh Pelanggan dengan daya mulai 6.600 VA ke atas melalui Penerapan Tarif Dasar Listrik (TDL) sesuai harga keekonomiannya, hingga penjelasan mengenai uang jaminan langganan (UJL).
"Nuansa yang saya tangkap dari teman-teman lain tidak ada kesiapan dari direksi PLN baik dari kesiapan bahan dan penjelasan yang sangat disayangkan," ujar pimpinan Rapat Komisi VII Effendi Simbolon, ketika memimpin rapat RDP dengan PLN di Komisi VII DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (17/2/2010).
Dengan berbagai pertimbangan, anggota komisi VII sepakat untuk menunda RDP dengan PLN pada Kamis 25 Februari mendatang pukul 09.00 WIB.
Dalam Rapat mendatang Dewan meminta PLN untuk mempersiapkan segala sesuatunya seperti bahan presentasi yang harus diterima anggota dewan paling lambat dua hari sebelum RDP. "Kalau bisa bahannya diserahkan ke kita dua hari sebelumnya, biar kita juga siap," tandasnya.
Direktur PLN Dahlan Iskan pun hanya terlihat pasrah dengan keputusan tersebut. Bahkan dirinya mengaku bingung dengan apa yang terjadi dalam rapat tersebut. "Bingung," ujarnya sambil geleng-geleng kepala.
(ade)