Getting time...

CIMB Pertahankan Rating BNI

Candra Setya Santoso - Okezone
Rabu, 17 Februari 2010 09:10 wib
Foto: Koran SI
Foto: Koran SI
JAKARTA - PT CIMB Securities Indonesia mempertahankan rating PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) pada underperform dengan target harga Rp1.850 per lembar dari metode DDM discount rate of 16,1 persen.

"CIMB mempertahankan rating BBNI pada underperform dengan target harga Rp1.850," ungkap Retail Research Analis CIMB Securities Indonesia Mastono Ali, dalam buletin CIMB iTrader yang diterima okezone, di Jakarta, Rabu (17/2/2010).

Selama 2009, kinerja perseroan dinyatakan sesuai dengan ekspektasi CIMB dan konsensus sekira 98 persen dari prediksi. Meskipun operasional telah membaik, batasan modal dan ketidakpastian menghambat re-rating BBNI.

Dijelaskan pula, gross NPL turun ke 4,7 persen dari 6,4 persen pada 3Q09, NPL turun ke Rp5,8 triliun dari Rp7,9 triliun membuat provisioning coverage menjadi 122 persen dari 112 persen. Pertumbuhan kredit plus delapan persen ke Rp12 triliun (vs sektor 10 persen), NIM turun ke 6,1 persen dari 6,3 persen pada selama 2008 dan LDR turun ke 64 persen karena kenaikan deposito 16 persen yoy karena time deposits.

Sekadar mengingatkan, perseroan mencatatkan kenaikan laba bersih 103 persen dari Rp1,22 triliun di 2008 menjadi Rp2,48 triliun di 2009. Kenaikan tersebut ditopang oleh perbaikan pendapatan bunga dan pendapatan nonbunga.

"Kenaikan perseroan ditopang oleh pendapatan bunga sebesar 12 persen dari Rp9,91 triliun menjadi Rp11,13 triliun dan pendapatan nonbunga sebesar 21 persen dari Rp3,55 triliun menjadi Rp4,3 triliun," ungkap Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo.

Khusus recurring fee, mengalami kenaikan lima persen dari Rp3,69 triliun menjadi Rp3,87 triliun. Kenaikan tersebut ditopang oleh pertumbuhan fee based income dari jasa-jasa perbankan, antara lain jasa ATM, pengelolaan rekening, transaksi ekspor impor (trade finance), remitansi, bank garansi serta pendapatan dari bisnis kartu.

Selain itu, dana pihak ketiga (DPK) naik 16 persen dari Rp163,16 triliun menjadi Rp188,47 triliun. Komposisinya 55 persen dana murah (tabungan dan giro) serta deposito sebesar 44 persen.
(css)
TWITTER »
twit