Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - Perusahaan penerbangan milik pemerintah, PT Garuda Indonesia menargetkan penambahan armada baru menjadi 116 pesawat hingga 2014 mendatang.
"Salah satu kerja sama ini sebagai cara yang digunakan Garuda terkait penambahan armada kami di 2014," ujar Direktur Operasi Garuda Indonesia Ari Sapari, saat ditemui wartawan di sela Penandatanganan Perjanjian Penyediaan Avtur di Luar Negeri antara Pertamina dan Garuda Indonesia, di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (17/2/2010).
Dijelaskannya, melalui perjanjian kerja sama Garuda Indonesia akan mendapat jaminan dan dukungan penuh dari PT Pertamina (Persero) dalam menyiapkan pasokan avtur bagi kelancaran operasional penerbangan dengan harga yang kompetitif.
Adapun dalam kerja sama ini sebetulnya sudah dilakukan sejak April 2009 dan memiliki jangka waktu selama dua tahun ke depan hingga 2011.
"Dengan kerja sama ini, pihak Garuda akan menambah subsidi Avturnya ke lima negara tadi. Contoh Singapura bisa sembilan sampai 12 kali pengangkutan. Kalau di Hong Kong setiap hari satu kali sehari, tapi kita akan menambah mencapai tiga kali, dengan dua destinasi kita yakni Surabaya dan Bali yang sama-sama ke Hong Kong," ujarnya.
Ditegaskannya, selama ini kedua belah pihak telah menjalin kerja sama khususnya untuk pengadaan bahan bakar. Diharapkan, dengan kerja sama ini, pasokan bahan bakar Garuda Indonesia meningkat.
"Nilai kontrak ini sama lah dengan yang lain, bersaing juga dan melalui tander. Perhitungannya, selama 2009 jumlah bahan bakar yang dibutuhkan Garuda satu mega liter, dan sekira 60-65 persen dari Pertamina, bisa jadi dengan kerja sama ini meningkat jadi 70 persen," pungkasnya. (ade)