Krisis Tambah Kemiskinan Asia Pasifik 21 Juta Orang

Rabu, 17 Februari 2010 20:01 wib
Foto: Koran SI
Foto: Koran SI
MANILA - Krisis perekonomian global diperkirakan meningkatkan angka kemiskinan ekstrim menjadi 21 juta orang di negara-negara kawasan Asia Pasifik 2010. Jumlah ini bertambah dari angka kemiskinan 2009 sebanyak 17 juta orang.

Demikian disebutkan laporan bertajuk Achieving the Millenium Development goals in an Era of Glopbal Uncertainty; Asia-PAcific Regional Report 2009/10. Laporan disusun ADB bersama United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP) dan UN Development Programme (UNDP).

UNDP Regional Director for Asia & Pacific Ajay Chhibber mengungkapkan, pertambahan angka kemiskinan seiring krisis perekonomian global terjadi akibat kelemahan negara-negara Asia dalam memberikan perlindungan sosial. "Asia lebih lemah dibanding negara-negara di kawasan lain seperti Amerika Latin dan Eropa Timur," sebut Ajay.

UN Assistant Secretary-General ini menambahkan, ketiadaan proteksi sosial yang kuat membuat Asia selalu dihadapkan pada kerentanan masyarakatnya untuk jatuh kembali ke dalam kemiskinan pada saat krisis ekonomi, penyakit menular, dan bencana alam serta kesulitan pemulihan secara cepat. "Ini membuat pencapaian target MDGs juga jadi lebih sulit," ucapnya.

Menurut Ajay, perlindungan sosial jangka panjang secara serius baru akan bisa memperkuat ketahanan masyarakat Asia dari goncangan di masa mendatang. Terlebih, hanya 20 persen masyarakat menganggur dan bekerja yang bisa mengakses program pasar kerja, dan hanya 30 persen di antaranya yang sudah memiliki fasilitas tunjangan pensiun.

Asia Pasifik selama ini dikenal sebagai kawasan yang menampung lebih dari 50 persen populasi global yang hidup di kawasan perdesaan dan perkotaan tanpa sanitasi, terinfeksi penyakit TBC, hidup dengan kurang USD1,25 per hari, dan tanpa akses ke air bersih. (Zaenal Muttaqin /Koran SI/ade)
TWITTER »
twit