Getting time...

China Lepas Obligasi AS

Kamis, 18 Februari 2010 07:11 wib
Foto: Corbis
Foto: Corbis
WASHINGTON - China telah melepas sebagian obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang dipegangnya. China kekhawatiran atas pembengkakan anggaran belanja AS dan naiknya ketegangan AS-China.

Berdasarkan data Pemerintah AS, investasi obligasi Pemerintah AS di Negeri Panda per Desember 2009 turun USD34,2 miliar atau 4,3 persen menjadi USD755,4 miliar.Kementerian Keuangan AS menyatakan, penurunan juga didorong pelepasan obligasi Pemerintah AS jangka pendek oleh investor internasional.

”Penjualan bersih obligasi Pemerintah AS oleh China beberapa bulan terakhir mungkin mengandung pesan politik yang disampaikan secara halus kepada AS dan tanggapan China atas kondisi ekonomi AS,” kata Eswar Prasad, profesor kebijakan perdagangan Universitas Cornell dan mantan kepala Dana Moneter Internasional untuk China. Penurunan investasi Beijing atas obligasi Pemerintah AS merupakan terbesar sejak Agustus 2000.

Langkah Pemerintah China juga menjadikan Jepang sebagai pemegang obligasi Pemerintah AS terbesar.Per Desember 2009 kepemilikan Jepang atas obligasi Pemerintah AS naik menjadi USD768,8 miliar dari posisi November di USD757,3 miliar. China mulai menggeser posisi Jepang sebagai investor obligasi Pemerintah AS pada September 2008. Secara bertahap, Beijing terus meningkatkan kepemilikan atas obligasi Paman Sam hingga Desember tahun lalu.

Penurunan investasi China di obligasi Pemerintah AS terjadi seiring memanasnya hubungan AS-China beberapa bulan terakhir. China juga menyatakan keprihatinan atas memburuknya perekonomian AS. Beberapa analis menilai, keputusan China untuk mengurangi kepemilikan obligasi sebagai tekanan kepada leverage keuangan Pemerintahan Presiden Barack Obama.

“Pemimpin China mulai menarik cadangan devisa mereka sebagai upaya menekan AS agar tidak terus mendesak China untuk mengubah kebijakan atas mata uang yuan, perdagangan, tidak mencampuri urusan dalam negeri China,dan mengangkat isu pelanggaran hak asasi manusia,” jelas Prasad. Tapi, Nicholas Lardy, pakar China dari Peterson Institute for International Economics, menilai penurunan investasi obligasi China sangat kecil dan pernyataan soal tekanan sebagai sesuatu yang berlebihan.

Di samping memiliki obligasi Pemerintah AS, Beijing berinvestasi pada surat utang milik raksasa hipotek Fannie Mae dan Feddie Mac dengan nilai USD400 miliar. Jadi,total investasi China di instrumen surat utang di AS lebih besar dari USD755,4 miliar.Menurut Lardy, data dari Kementerian Keuangan juga tidak mencatat kepemilikan China atas obligasi Pemerintah AS di sekuritas di Wall Street.

Selama ini China secara konsisten menyatakan kekhawatirannya atas utang Pemerintah AS. China berpendapat, kebijakan AS bisa mengurangi nilai investasi China pada instrumen berbasis dolar dan obligasi Pemerintah AS yang dipegangnya. Juni 2009 Menteri Keuangan AS Timothy Geithner berkunjung ke Beijing.

Kepada pemimpin China Geithner menjamin investasi Beijing pada surat berharga berbasis dolar aman meskipun AS mengalami defisit anggaran belanja. Dia juga berjanji akan berupaya mengurangi defisit. Tapi, kondisi hubungan ASChina kembali memanas. Barubaru ini Pemerintahan Obama menolak permintaan China untuk membatalkan pertemuan dengan Dalai Lama yang rencananya digelar pekan ini.

Faktor lain yang membuat hubungan AS-China semakin tegang adalah keputusan AS untuk menjual senjata ke Taiwan, permasalahan sensor Google, perdagangan, dan nilai tukar yuan. Meski banyak masalah, AS tetap menginginkan China membantu Paman Sam untuk menjatuhkan sanksi yang lebih keras kepada Iran.

“Meskipun China mungkin mengurangi kepemilikan atas surat utang Pemerintah AS sebagai sinyal kepada Washington tapi kebijakan China menjual obligasi Pemerintah AS tidak bertujuan untuk menggoyang pemulihan ekonomi Paman Sam karena hal itu juga akan menghancurkan China sendiri,” ungkap analis Startfor, lembaga think-tank Pemerintah AS, dalam catatan kepada kliennya. China sangat bergantung pada pasar ekspor di AS. China menginvestasikan cadangan devisanya sebesar USD2,2 triliun dalam obligasi Pemerintah AS. (AFP/Ahmad Senoadi)
(//css)
TWITTER »
twit