Ilustrasi. Foto: Corbis
HONG KONG - Dolar berhasil menguat, sehingga mendorong euro berada pada level terendahnya dalam sembilan bulan terakhir.
Pemicunya adalah pernyataan The Federal Reserve (The Fed) yang akan menaikkan suku bunga bank, guna biaya pinjaman darurat dengan alasan kondisi pasar keuangan mulai membaik.
Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (19/2/2010), The Fed mengatakan tingkat diskonto akan meningkat menjadi 0,75 persen dari 0,50 persen, dan efektif diberlakukan hari ini.
The Fed mengatakan, biaya pinjaman untuk konsumen dan perusahaan tidak akan meningkat. Reaksi besar terjadi di pasar uang begitu mendengar berita tersebut, di mana ini merupakan pengumuman awal Federal Reserve sebagai strategi untuk keluar dari stimulus besar-besaran yang digunakan untuk mengekang kondisi terburuk dari krisis keuangan global tahun 2008.
"Langkah Fed untuk menaikkan tingkat diskonto sebesar 25 basis poin pagi ini telah menetapkan kucing di antara burung merpati. Meskipun langkah itu memberi isyarat dalam FOMC menit kemarin sebuah kenaikan tingkat diskonto tidak diharapkan terjadi begitu cepat, " ungkap Kepala Global Strategi Valuta Asing Mitul Kotecha, dengan Credit Agricole PBl di Hong Kong, dalam sebuah catatan.
Pengumuman tersebut bertepatan dengan sesi global pembukaan 19 Februari. Terakhir euro berada sekitar USD1,35 [EUR = 1,3486 X -0,0043 (-0,32 persen)], turun dari posisi penutupan di pasar uang New York 18 Februari.
(ade)