Bank Mandiri
JAKARTA - Dirut PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Agus Martowardjojo menegaskan jika jalan untuk terealisasinya rencana right issue nampaknya masih akan cukup panjang, mengingat masih rencana tersebut masih harus mendapat persetujuan DPR.
Aguspun menuturkan akan berusaha meyakinkan dewan agar rencana atas right isseu tersebut disetujui.
"Kita akan berusaha meyakinkan, bahwa untuk perbankan perlu sekali modal, walau modal Bank Mandiri baik, sekarang ini (rasio kecukupan modal/CAR) ada dilevel 15,7 persen, tapi kalau kita melaksanakan kredit kita memerlukan modal, untuk mempersiapkan lembaga keuangan, perbankan untuk bisa melaksanakan fungsinya," jelasnya di Jakarta, kemarin.
Ia juga mengatakan jika penerbitan saham kembali (right issue) yang direncanakan BMRI hingga mencapai 40 persen (jumlah saham free float) bertujuan untuk meningkatkan permodalannya.
"Tapi tujuan utamanya adalah untuk permodalan yang cukup, dengan right issue, modalnya akan meningkat," kata Agus.
Dia menambahkan, pada periode waktu 2010-2014 industri akan membutuhkan banyak sekali pembiayaan dari pihak perbankan.
"Sebagai salah satu pemain utama Bank Mandiri akan membutuhkan tambahan modal. Kami akan mengusahakan supaya dilakuakn penambahan modal dengan cara right isseu yang dikombinasikan dengan divestasi," jelasnya.
Walau demikian, sebagai bank pihaknya mempunyai alternatif lain. Misalnya menghimbau agar setoran deviden untuk pemegang saham, termasuk pemerintah dikecilkan.
"Atau menerbitkan sub debt, tapi taktik untuk meningkatkan modal Rp1 triliun merupakan hal yang amat penting, jadi yang paling utama adalah kita melakukan fungsi mediasi dan fungsi intermediasi. Tapi kalau hanya right isseu tidak, harusnya dikombinasikan," tandasnya. (frd)
(ahm)