Getting time...

NextTrip, Potensi Bisnis Wisata

Minggu, 21 Februari 2010 08:26 wib
Foto: Ade Hapsari/Okezone
Foto: Ade Hapsari/Okezone
JAKARTA - Potensi bisnis pariwisata di Indonesia, khususnya di Jakarta masih sangat tinggi. Pemain di sektor itu belum banyak, sedangkan potensi pasar yang digarap masih sangat besar.

Potensi ini dilirik oleh sepasang kekasih Widyanti Kartika Sari atau yang akrab dipanggil Chika dan John Bawean yang membangun biro perjalanan independen Next- Trip. Berawal dari hobi jalan-jalan, keduanya sepakat membentuk biro perjalanan yang menawarkan berlibur dengan harga murah.

”Siapa sih yang enggak mau berlibur ke tempat terbaik dengan harga murah, dan tidak memakan waktu,” ujar Chika. Dia mencontohkan Kepulauan Seribu di sebelah utara Jakarta yang bisa ditempuh hanya dengan dua jam perjalanan dengan menggunakan kapal. Bagi penduduk Jakarta dan sekitarnya, Kepulauan Seribu mungkin terdengar akrab, tapi tidak banyak wisatawan yang pernah ke sana.

Padahal, kata John, lokasi ini adalah surga dunia. ”Di sana semuanya ada, mau snorkeling, lihat penyu bertelur, best spot untuk sunset dan sunrise.Bisa!” Ujarnya. Kisah sepasang kekasih ini menggagas NextTrip berawal dari kegemaran mereka jalan-jalan. Keduanya dipertemukan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, kala keduanya mengambil kelas ekstensi.

”Aku selalu jadi koordinator lapangan, Chika yang menyusun itinerary-nya (rencana perjalanan),” sebut John. Mereka berdua dan sekitar 18 belas mahasiswa lain mencari metode traveling murah meriah atau malah gratisan. Namun, sembari jalanjalan, mereka telaten membangun jaringan. Boleh dibilang modal mereka membangun bisnis ini adalah nol. ”Kalau boleh dibilang, zero investment, enggakpakai uang.

Modalnya cuma mbah google (mesin pencari di internet),punya kontak dan rajin ikutmilis,”ucap John. Namun, ditambahkan Chika, ”Mungkin modal awal kami Rp250.000 ya. Uang itu kami pakai ke Pulau Seribu. Di sana kami benar-benar cari kenalan untuk penginapan, katering, tour guide, dan transpor.” Sebagai bisnis, NextTrip sendiri baru diseriusi sejak pertengahan 2009 lalu.

John dan Chika memutuskan untuk keluar dari tempat pekerjaan mereka.Sebuah langkah berani yang perlu dilakukan oleh orang yang ingin memulai bisnis. Pengalaman bekerja kantoran membuat keduanya paham betul apa yang dimau kalangan tersebut. Mereka orang-orang dari kalangan menengah atau menengah ke atas yang butuh liburan cepat,nyaman, dan senang.

”Ada yang pengen jalan dengan low budget,tetapi fun. Atau ada yang tidak memperkirakan biaya dan mau terima beres saja,”sebut Chika. Saat ini, mereka memiliki empat jenis trip rutin meliputi wisata Pulau Seribu, Dieng, Karimun Jawa, dan Ujung Genteng. Rute ini sudah dibuka jalannya sehingga kenyamanan klien mereka terjamin. Misalnya, jika ada group tour yang ingin mengubah itinerary, mereka sangat terbuka.

Paket wisata ke Kepulauan Seribu sendiri dibanderol dalam beberapa paket mulai Rp395.000, Rp455.000, dan Rp545.000. Kesemua itu dalam durasi 2 hari 1 malam, biasanya di akhir pekan. Sementara itu, paket tour ke Karimun Jawa berdurasi 5 hari 5 malam berharga Rp950.000 sampai Rp1.350.000.

Dari harga tersebut, mereka mengambil margin 20%. ”Kenapa tidak membesarkan margin, karena nanti akan mempengaruhi harga. Kami pakai prinsip dagang China. Untung sedikit tidak mengapa asal jalan terus,” beber Chika. Biaya tersebut benar-benar digunakan untuk memenuhi kebutuhan peserta tour selama di jalan.Mereka tidak terbiasa membiarkan pos kosong untuk diisi sendiri dengan uang pribadi peserta.

Harga bisa menjadi murah karena relasi yang sudah mereka bangun dengan banyak pihak. Belum lagi secara bisnis,mereka tidak mengeluarkan dana untuk promosi. Sejatinya bisnis jasa, kata dia, metode promosinya adalah gerilya jejaringan. Pada awal-awal usaha, mereka sering tidak mereguk untung.Iuran peserta habis untuk konsumsi acara.Namun,mereka tidak risau.

Tangkapan yang besar juga pernah dirasakan keduanya. Pada Desember 2009 mereka membawa sekitar 20 orang dan meraih pendapatan sampai Rp16 juta sekali jalan. Namun, tangkapan banyak tidak berlangsung sepanjang musim. Karena mereka berurusan dengan alam yang ada saja kendalanya. Misalnya, pada awal Januari perjalanan ke Kepulauan Seribu ditutup karena alasan cuaca memburuk.

Terpaksa mereka tidak membuka perjalanan ke sana. Normalnya, setiap perjalanan mereka bisa mereguk untung sekitar Rp1,5-2 juta per pekan. Jika dilakukan empat pekan atau sebulan dan 54 Minggu setahun, hasilnya tentu tidak sedikit.Lebih besar dari gaji mereka sewaktu bekerja di kantoran. Belum lagi jika mereka menerima paket perjalanan khusus dengan harga khusus, marginnya bisa naik sampai dua kali lipat.

Seiring berjalan waktu, makin banyak orang yang kenal dengan NextTrip. Referensi yang masuk rata-rata menunjukkan tingkat kepuasan yang baik.”Karena divisi pemasaran kami masih terbatas, kami mengandalkan referensi dari mulut ke mulut, dan memberikan mereka good service.

Makin care kami dengan tamu dan mereka makin puas sehingga mau mereferensikan kami," beber John. Ditambahkan Chika, sejauh ini mereka belum pernah merugi atau membongkar tabungan untuk modal usaha.”Rugi belum pernah,impas pernah. Itu mending daripada uang enggak dapat,”tandas Chika. (Johana Purba)

(//css)
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit