JAKARTA - Ekonom Standard Chartered Fauzi Ikhsan menilai kebijakan fiskal yang diterapkan oleh pemerintah berjalan tidak efektif karena tidak kompaknya hubungan partai koalisi di parlemen beberapa waktu ini.
Bahkan menurutnya, ketidakkompakan partai koalisi ini kemudian berdampak pada memanasnya hubungan antara pemerintah dan DPR.
"Dalam tiga bulan terakhir, investor melihat hubungan pemerintah dan DPR kurang baik. Ini tentu kurang bagus. Hubungan dengan pemerintah dan DPR sangat penting dalam rangka membuat kebijakan fiskal," ujarnya saat Talkshow Membedah APBN 2010, di Aula Mezanine, Kementerian Keuangan, Jalan Dr Wahidin, Jakarta, Senin (22/2/2010).
Suhu politik di DPR semakin panas seiring dengan tim pansus Century yang telah bekerja dalam menyelesaikan kasus bailout bank Century yang juga ikut menyeret nama Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wakil Presiden Boediono sebagai pihak yang bertanggung jawab.
"Ini jelas membuat hubungan DPR dan pemerintah khususnya Menkeu menjadi kurang baik," tambahnya.
Diharapkan, hubungan antara pemerintah dan DPR semakin membaik seiring selesainya pansus Century dalam dua bulan ke depan "Mudah-mudahan dalam 1-2 bulan ke depan sudah selesai, sehingga kebijakan fiskal diharapkan makin efektif dan investor makin banyak yang masuk," tandasnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.