Papan Perdagangan IHSG. Foto: Koran SI
JAKARTA - Ekonom Standard Chartered Fauzi Ikhsan memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga akhir 2010 dapat menembus angka 3.000.
Menurutnya, dengan asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 persen maka diprediksi laba perusahaan yang melantai di bursa dapat meningkat 15-20 persen sehingga capital inflow yang masuk ke pasar modal akan semakin menggeliat. Pasalnya, penguatan saham dipengaruhi oleh pergerakan sektor riil.
"IHSG akan naik terus, dengan pertumbuhan ekonomi 5,5 persen, perkiraan laba korporasi dan perbankan naik 15-20 persen. Sebelum akhir tahun sepertinya akan menembus 3.000," ujarnya saat Talkshow Membedah APBN 2010, di Aula Mezanine, Kementerian Keuangan, Jalan Dr Wahidin, Jakarta, Senin (22/2/2010).
Menurutnya, korelasi antara penguatan saham dan nilai tukar juga berpengaruh sangat kuat. Diprediksi pada akhir tahun rupiah juga akan menguat dikisaran Rp9.120-Rp9.250 per USD.
Penguatan tersebut ikut dipengaruhi oleh kondisi global juga yaitu dengan ekspektasi krisis yang terjadi di Uni Eropa dapat diselesaikan pada akhir semester II-2010. "Penguatan rupiah akan terjadi di semester kedua 2010 setelah masalah Yunani, Portugal, dan Spanyol selesai," tambahnya.
Selain itu, mengenai asumsi harga minyak dirinya memperkirakan pada akhir tahun akan menyentuh angka USD88-USD89 per barel.
Meskipun demikian, fluktuasi harga minyak tersebut memang di pengaruhi oleh para spekulator. "Standard Chartered memperkirakan harga minyak akan mencapai USD88-USD89 per barel diakhir tahun," tandasnya. (ade)