Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - Pelanggan dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) ke depannya tidak perlu repot harus datang dan mengantre ke kantor pelayanan untuk membayar listrik.
Direktur Operasional Jawa-Madura-Bali PLN Murtaqi Syamsuddin pun menceritakan, bila saking lamanya pelanggan menunggu antrean, sekira 10 tahun yang lalu pelanggan ada yang mengadakan satu acara pertunjukan kuda lumping di kantor cabang PLN kawasan Bulungan.
"10 tahun yang lalu, saya ingat para pelanggan membayar listrik harus menggunakan tenda dan ada atraksi kuda lumping, tentunya ini untuk mengalihkan kejenuhan mereka," ujar Murtaqi, dalam kata sambutannya, di acara penandatanganan perjanjian kerja sama di kantor PLN pusat, Jakarta, Senin (22/2/2010).
Maka dari itu, PLN menyediakan produk layanan penjualan yang bisa diakses melalui bank dan pos meliputi, tagihan listrik paska bayar (post paid), listrik pra-bayar (prepaid), tambah daya atau pasang baru online, dan non-tagihan listrik (taglis).
Bagi PLN, sistem ini dapat mengamankan arus kas dari pendapatan PLN, di samping menyederhanakan proses bisnis dan mendukung program efesiensi yang terus diupayakan seluruh jajaran manajemen. Sehingga pelanggan tidak perlu repot-repot datang mengantre di akhir tanggal pembayaran.
"Biasanya akan membludak saat batas akhir pembayaran, tanggal 20 tiap bulannya. Dengan kemudahaan sistem baru dengan memanfaatkan delivery channel ini nanti bisa dibayar dengan mudah," ujarnya. (ade)