Foto: Koran SI
JAKARTA - Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan debitur penerima kredit usaha rakyat (KUR) untuk 2010 dapat mencapai 4 juta-5 juta debitur. Adapun pencapaian pada tahun lalu debitur penerima KUR mencapai 2,5 juta debitur.
"Debitur kemarin (2009) kan ada sekira 2,5 juta debitur. Kalau bisa lebih dari itu dapat sekira 4 juta-5 juta lebih baik," ujar Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hassan, seusai rapat koordinasi, di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (23/2/2010).
Optimisme tersebut didasari oleh kesiapan instrumen pendukung dan jaringan penyaluran kredit lebih luas yaitu jumlah bank penyalur KUR juga semakin meningkat dari enam bank menjadi 19 bank.
Untuk pemantapan teknis penyaluran kredit KUR, dirinya akan melakukan pertemuan dengan perbankan yang akan dilakukan pada Kamis 25 Februari mendatang. "Besok tanggal 25 Februari ada rapat dengan bank-bank," tandasnya.
Adapun pada 2009 lalu, penyaluran KUR sekira Rp16,5 triliun dengan jumlah debitur penerima sekira 2,3 juta-2,4 juta debitur dengan rata-rata pinjaman sebesar Rp7,15 juta per debitur.
Akhir Desember lalu, pemerintah bekerja sama dengan sejumlah bank untuk menurunkan suku bunga kredit mikro (pinjaman kurang dari Rp5 juta) dan penurunan suku bunga KUR ritel (dengan pinjaman lebih dari Rp5 juta-Rp500 juta) yaitu dari 16 persen menjadi 14 persen. Selama ini hal yang menjadi concern kesulitan penyaluran kredit karena masalah masih tingginya tingkat suku bunga.
Untuk periode 2010-2014, pemerintah menyediakan penjaminan KUR dari APBN sebesar Rp2 triliun per tahun. Dengan adanya penjaminan ini memungkinkan penyaluran KUR dapat mencapai Rp20 triliun per tahun. (ade)