Foto: Heru Haryono/Okezone.com
JAKARTA - Laba bersih PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) setelah pajak (NPAT) konsolidasi pada 2009 tercatat sebesar Rp1,53 triliun.
Rasio kecukupan modal (CAR) tercatat sebesar 20,7 persen, jauh di atas persyaratan minimum delapan persen. Angka ini menjadi salah satu bank dengan CAR tertinggi di Indonesia. Adapun ekuitas bank naik 49 persen di 2009, sehingga CAR Danamon mendekati 21 persen.
Sementara untuk 2009, laba operasional bersih atau net operating income perseroan tumbuh 19 persen menjadi Rp5,65 triliun, sementara Net Interest Margin (NIM) naik menjadi 12 persen.
Sampai dengan 31 Desember 2009, total kredit Danamon mencapai Rp63,28 triliun, didukung oleh segmen mass market yang tumbuh menjadi Rp34,08 triliun atau 54 persen dari total kredit Danamon.
Kredit mass market yang mencakup kredit mikro melalui Danamon Simpan Pinjam (DSP) dan pembiayaan kendaraan bermotor melalui Adira, masing-masing tumbuh 12 persen dan 13 persen secara year on year (YoY).
“Kami melihat perkembangan positif di seluruh segmen usaha kami disepanjang 2009, yang terlihat dari perolehan laba bersih setelah pajak di atas Rp1,5 triliun,” kata Direktur Utama BDMN Sebastian Paredes dalam keterangan tertulisnya saat paparan kinerja perseroan, di Hotel Inter Continental Mid Plaza, Jakarta, Selasa (23/2/2010).
Dia menambahkan, setelah melewati kondisi ekonomi domestik dan global yang menantang di dua tahun terakhir, perseroan telah kembali mendapatkan momentum positif pada bisnisnya dan berada pada posisi yang baik untuk 2010.
“Kami melihat perekonomian Indonesia ke depan akan membaik; karenanya kami targetkan pertumbuhan kredit sebesar 20 persen di semua lini usaha kami. Danamon juga akan lebih intensif dalam pelaksanaan penjualan silang (cross sell) untuk menciptakan sinergi diantara semua lini usaha kami," tambahnya. (ade)