JAKARTA - Bank Indonesia (BI) dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian BUMN belum menemui titik temu, dalam upaya untuk menurunkan suku bunga perbankan. Penurunan suku bunga itu untuk meningkatkan daya saing industri.
Menurut Pjs Gubernur BI Darmin Nasution, keinginan kalangan industri yang meminta penurunan suku buku bank tidak bisa dilakukan dengan segera oleh kalangan perbankan. Pasalnya terdapat banyak hal yang menjadi pertimbangan di antaranya memperbaiki struktur biaya perbankan.
"Untuk hal-hal yang kita bisa lakukan ya pasti dukunglah. Tapi kan enggak bisa semuanya. Iya kita sepakat tapi kita enggak bisa katakan bunga harus turun dengan segera," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jalan Dr. Wahidin, Jakarta, Rabu (24/2/2010).
Dalam pertemuan yang dilakukan di Kantor BI siang ini, BI dan Kemeterian BUMN, sepakat untuk menggiring bank-bank BUMN untuk menurunkan suku bunganya serta dapat menekan struktur biayanya.
"Kita sepakat akan ada upaya dengan Kementerian BUMN akan menggiring suku bunga untuk turun. Kalau misalkan bank BUMN ada empat, maka untuk hal-hal tertentu bisa dikerjakan bersama itu bisa murah," tambahnya.
Meskipun demikian, Darmin menyatakan, dalam pertemuan tersebut belum disepakati berapa besaran suku bunga yang ditetapkan untuk industri. "Nah itu kita belum," tukasnya.
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.