Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - Menteri Perindustrian MS Hidayat menuturkan jika perbankan nasional belum bisa menurunkan kredit hingga satu digit. Bank Indonesia (BI), lanjutnya, juga memberikan gambaran mengenai besaran tingkat suku bunga di Asean.
"Kita kedua tertinggi. Kita rata-ratanya 13,9 persen. Sementara negara ASEAN lainnya di bawah 10 persen," tukas Hidayat, di Jakarta, Rabu (24/2/2010).
Maka dari itu, dia dan Menteri BUMN Mustafa Abubakar meminta agar BI sepakat bisa menurunkan suku bunga pada tahun ini. Di mana spread ideal, agar dunia usaha bisa berkompetisi. "Karena perbankan menjadi komponen biaya dalam industri. Tapi belum satu digit. Saya juga belum berani menjamin," katanya.
Menurutnya, BI memang akan menurunkan bunga kredit secara bertahap sepanjang 2010. Diakuinya, BI mempunyai program untuk menurunkan suku bunga, tetapi akan dilakukan secara kompetitif tanpa merugikan perbankan dan dilakukan secara gradual.
"Dalam tahun ini bertahap. Targetnya ada, tapi saya enggak berani mengungkapkan karena itu baru suatu proyeksi," tutur dia.
Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengungkapkan pihaknya mengharapkan adanya sinergis antara bank swasta dan bank pemerintah dalam menurunkan suku bunga kredit.
"Kami juga membicarakan upaya langkah-langkah strategis untuk meringankan suku bunga bank, yang banyak dikeluhkan dunia usaha. Kita ingin bagaimana bank pemerintah ada upaya khusus dalam rangka mengurangi beban bunga termasuk juga bank swasta harus seirama, jangan hanya bank pemerintah saja yang menurunkan suku bunga, sehingga nanti tidak fair," kata Mustafa.
Mustafa mengharapkan bank swasta seiring semua dalam koordinasi BI untuk dapat berupaya secara bertahap agar suku bunga diringankan. Dia pun berharap lebih rendah dari apa yang ada sekarang yakni sekira dua persen sehingga lebih kompetitif karena kita lihat cost of fund dalam komponen biaya produksi cukup tinggi," ujar Mustafa.
Mustafa juga menambahkan, perbankan nasional bisa mengucurkan aliran kredit bagi sektor industri kecil. "Kita ingin mengatur bagaimana cara peran perbankan sebagai sokoguru ekonomi nasional dapat lebih maksimal baik dalam memperbesar aliran kredit pada masyarakat termasuk menghandle kredit-kredit sektor kecil seperti KUR, KKPI dan kredit revitalisasi. Dalam era ACFTA, kelihatannya peningkatan kompetitifnes sangat penting," pungkas Mustafa. (Sandra Karina/Koran SI/ade)