JAKARTA - Walau dibuka dengan sedikit menguat, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup anjlok pada sesi I perdagangan Kamis (25/2/2010). Penurunan ini nampaknya mengikuti turunnya harga saham dari grup Astra.
Tercatat, IHSG terkoreksi sebanyak 36,7 poin atau 1,42 persen ke 2.542,71. Di mana nilai transaksi yang terjadi adalah sebesar Rp1,14 triliun, dengan volume sebanyak 1,5 miliar lembar saham.
Sebanyak 32 saham mengalami kenaikan, akan tetapi yang turun jauh lebih besar, sebanyak 131 dan yang stabil ada 64 saham.
Senada dengan IHSG, jakarta Islamic Index (JII) mengalami penurunan juga sebanyak tujuh poin ke 411,46, sementara LQ45 turun sebanyak 7,8 poin ke 494,58.
Jika dilihat secara sektoral, dapat diketahui jika sektor perkebunan memimpin pelemahan dengan penurunan sebanyak 365 poin, disusul oleh sektor tambang yang turun sebanyak 24 poin, lalu sektor infrastruktur turun 10 poin, sektor manufaktur tujuh poin, sektor konsumsi enam poin dan sektor keuangan lima poin.
Saham yang mengalami pelemahan (top loser) antara lain PT Astra International Tbk (ASII) turun sebanyak Rp900 ke Rp35.900, PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) turun sebanyak Rp500 ke Rp10.000, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp500 ke Rp24.000, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) turun Rp200 ke Rp13.450 serta saham PT United Tractors Tbk turun sebesar Rp200 ke Rp16.950.
Sementara saham yang mengalami kenaikan (top gainer) antara lain PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp300 ke Rp25.900, PT XL Axiata Tbk (EXCL) naik Rp175 ke Rp3.025, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp100 ke Rp31.450, dan PT Astra Otopart Tbk (AUTO) naik Rp100 ke Rp6.400 serta PT Intiland Development Tbk (DILD) naik Rp60 ke Rp1.120. (wdi)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.