Getting time...

Mandiri Bakal Akuisisi Asuransi Tahun Ini

Sabtu, 27 Februari 2010 09:32 wib
Foto: Ade/okezone.com
Foto: Ade/okezone.com
JAKARTA - Setelah gagal melakukan akuisisi perusahaan asuransi di tahun lalu, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mulai memasukkan kembali rencana tersebut pada tahun ini. Upaya tersebut untuk menopang bisnis perseroan di tahun ini.

"Memang kita fokus pada pertumbuhan organik, tidak lagi melalui non-organik. Rencana tersebut masuk Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun ini," ungkap Chief Financial Officer Bank Mandiri Pahala Mansyuri di Jakarta, kemarin.

Sayangnya, Pahala enggan menyebutkan kapan akuisisi asuransi itu akan dilakukan. Begitu juga dengan identitas target perusahaan asuransi yang dijajaki.

Namun, lanjut Pahala, rencana akuisisi tersebut harus memberikan nilai tambah dan bisa bersinergi dengan lini bisnis perseroan. "Kita juga sedang memikirkan bagaimana bisnis model yang baik, sebelum kita lanjutkan ke tahap selanjutnya," tambahnya.

Untuk itu, lanjut Pahala, perseroan masih melakukan berbagai pengkajian terkait dengan rencana tersebut. Apalagi perseroan tampaknya juga masih tidak sepakat terhadap harga perusahaan asuransi yang akan diakuisisinya. Kendati demikian, rencana tersebut sudah masuk RBB ke Bank Indonesia tahun ini.

Kini, Bank Mandiri juga tengah fokus memperkuat lini bisnis asuransi yang dimilikinya, yakni PT Axa Mandiri Finance. Rencananya bank pelat merah itu akan menambah kepemilikan saham sebagai pengendali dengan porsi di atas 51 persen.

Sebelumnya, tertundanya akuisisi asuransi tersebut juga disebabkan karena  Menteri Keuangan tahun lalu menunda ketentuan modal minimal asuransi umum. Akibatnya, pemilik asuransi umum banyak yang batal melepas saham mereka atau menaikkan harga jual karena ada kelonggaran peningkatan modal.

Hal tersebut bisa menjadi hambatan bagi pemodal yang ingin membeli asuransi dengan harga lebih murah karena dikejar target pemenuhan modal. Hal itu juga terjadi pada perbankan yang pada tahun ini terkena ketentuan modal minimal Rp100 miliar. (Didik Purwanto/Koran SI/ade)
TWITTER »
twit