Foto: Okezone.com
JAKARTA - Rendahnya angka inflasi Februari 2010 sebesar 0,3 persen jika dibanding dengan inflasi Januari 2010 sebesar 0,84 persen dipengaruhi oleh penurunan harga emas akibat dari penguatan nilai tukar rupiah terhadap USD.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan menyatakan bahwa penurunan harga emas terindikasi telah menekan inflasi sebesar 0,05 persen.
"Rupiah kita kan menguat, jadi penurunan harga emas itu bukan karena riilnya menurun, karena dolar turun tapi karena rupiah kita semakin kuat. Tapi karena berpatokan harga emas dengan dolar jadi dalam rupiah jadi turun," ujarnya seusai pengumuman inflasi Februari 2010, di kantor BPS, Jakarta, Senin (1/3/2010).
Selain faktor harga emas, dirinya juga menyatakan bahwa penurunan angka inflasi disebabkan ikan segar, telur ayam ras, kentang, jeruk, minyak goreng, dan telepon seluler juga mengalami deflasi sehingga mampu menekan inflasi sedalam 0,01 persen. "Beberapa komoditi lain juga memberikan penekan sekira 0,01 persen masing-masing," tandasnya.
Pada Februari 2010, terjadi inflasi sebesar 0,3 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 118,36. Dari 66 kota, 52 kota mengalami inflasi dan 14 kota mengalami deflasi.
Inflasi tertinggi terjadi di Tarakan 1,82 persen dengan IHK 135,68 dan terendah terjadi di Jember 0,04 persen dengan IHK 118,93. Sedangkan inflasi tertinggi terjadi di Maumere 1,3 persen dengan IHK 128,79 dan terendah terjadi Ternate 0,07 persen dengan IHK 122,13. (ade)