Getting time...

Perbankan Bakal Turunkan Bunga Kredit

Senin, 1 Maret 2010 06:38 wib
Foto: Corbis
Foto: Corbis
JAKARTA - Himbauan Bank Indonesia (BI) kepada perbankan nasional untuk terus menurunkan bunga kredit direspon positif. Tahun ini diperkirakan bunga kredit perbankan bakal turun dua persen.

Direktur Kredit Korporasi PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Dhalia Ariotedjo menjelaskan, pihaknya akan mempertimbangkan penurunan bunga kreditnya. Pasalnya, pihak bankir tidak hanya bersaing dengan sesama bank swasta saja, tapi juga harus bersaing dengan bank pemerintah dan bank asing.

“Kondisi pasar kredit terutama korporasi sekarang sangat kompetitif. Persaingan untuk kredit selain dari bank umum, juga dari bank asing. Kami akan mempertimbangkan penurunan bunga kreditnya,” tegas Dhalia di Jakarta, baru-baru ini. Saat ini bunga kredit korporasi BCA sudah di level 10,5 persen.

Meski bunga kredit tersebut sudah cukup rendah,lanjut Dhalia,pihaknya bakal mempertimbangkan penurunan bunga kreditnya. Dihubungi terpisah, Corporate Secretary PT Bank Mandiri Tbk Sukoriyanto Saputro mengaku pihaknya akan mengkaji kemungkinan perseroan untuk menurunkan bunga kreditnya.

Hal itu akan disesuaikan dengan kondisi perekonomian di tahun ini. “Selama tahun 2009, kami sudah menurunkan bunga kredit sebanyak 5 kali sebesar 225 bps.Tapi kami akan memperhitungkan penurunan bunga kreditnya lagi di tahun ini,” katanya. Saat ini bunga kredit rata-rata Bank Mandiri berkisar antara 12-14 persen.

Sebelumnya, bunga kredit Mandiri berkisar antara 14-16,25 persen. Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Sudaryanto Sudargo mengatakan, suku bunga kredit BRI telah turun sejak bulan Juni 2009 sebesar 200 bps.Pihaknya berjanji akan bertahap menurunkan bunga kredit hingga 50 bps tahun ini.“Suku bunga kredit kami sudah turun 3 kali sejak Juni 2009. Kisaran bunga kredit kita berada di 12 persen,”tambahnya.

Ia mengakui,ruang bagi BRI untuk memangkas suku bunga kreditnya saat ini masih lebar.Untuk segmen kredit tertentu, secara gradual pihaknya bisa terus menurunkan antara 25 bps hingga 50 bps. Adapun segmen lain bisa diturunkan sampai 50 bps. “Karena, suku bunga kredit berbeda-beda. Korporasi saja suku bunga kreditnya sebesar 12 persen tetapi ada juga yang 9,75 persen di segmen lain.

Tergantung masing-masing segmennya,” jelasnya. Sementara pengamat perbankan Aviliani berpendapat, bunga kredit perbankan tahun ini berpotensi turun hingga 2 persen. Hal itu untuk mendorong pertumbuhan kredit industri sebesar 17-20 persen ditahunini. “Sekarang likuiditas cukup besar, hal ini bisa dilihat dari besarnya aliran dana asing,” terang Aviliani. Dengan masuknya dana asing terutama yang tersalurkan ke sektor riil, maka dana tersebut bisa menjadi dana kompetisi bagi industri perbankan.

Otomatis untuk menjalankan fungsi intermediasi, perbankan harus menurunkan biaya dana (cost of fund) agar bunga kredit bisa kompetitif dengan dana asing. “Jika perbankan mau efisien dalam mengelola biaya dana,maka bunga kredit berpotensi turun hingga 200 bps,” tambah Komisaris Independen BRI tersebut.

Berdasarkan Statistik Perbankan Indonesia yang dirilis Bank Indonesia per Desember 2009, suku bunga kredit rata-rata bank umum berdasarkan jenis penggunaan ada yang naik dan ada yang turun. Untuk kredit modal kerja (rupiah) turun dari 13,54 persen menjadi 13,27 persen.Kredit modal kerja (valas) turun dari 5,11 persen menjadi 5,02 persen. Untuk kredit investasi (rupiah) turun dari 12,66 persen menjadi 12,55 persen.

Kredit investasi (valas) turun dari 5,93 persen menjadi 5,88 persen. Sedangkan untuk kredit konsumsi (rupiah) turun dari 15,92 persen menjadi 15,81 persen. Namun untuk kredit konsumsi (valas) malah naik dari 0,62 persen menjadi 0,67 persen.Menurut Pusat Informasi Pasar Uang (PIPU) BI, rata-rata bunga dasar kredit per 24 Februari 2010 sebesar 12,6 persen.Artinya jika turun 2 persen, maka rata-rata bunga dasar kredit itu bisa mencapai 10,6 persen. (Didik Purwanto) (//css)
TWITTER »
twit