Foto: Heru Haryono/Okezone.com
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi padi di 2010 berdasarkan Angka Ramalan (ARAM) I meningkatkan 0,88 persen atau sebesar 64,90 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau sekira 35 juta ton beras.
Angka tersebut menurun dibanding dengan Angka Sementara (ASEM) produksi pada 2009 yang meningkat 6,64 persen atau meningkat empat juta ton GKG.
Kepala BPS Rusman Heriawan menyatakan bahwa hal tersebut memang masih merupakan angka yang pesimistis namun masih mengalami swasembada beras dan mampu memenuhi pertumbuhan kebutuhan bagi 1,2 persen penduduk baru.
"Kenaikan produksi 0,88 persen kira-kira bisa memenuhi kenaikan penduduk sebesar 1,2 persen penduduk baru," ujarnya seusai pengumuman Inflasi Februari 2010, di kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (1/3/2010).
Dengan kondisi tersebut, dirinya menyatakan peluang Indonesia untuk melakukan ekspor menjadi semakin menipis.
"Dengan kenaikan 0,88 persen yang bisa kita declare kita masih mencapai swasembada beras, produksi 2008 saja kita sudah. Tapi kalau pertanyaannya apakah bisa ekspor? Itu masih jadi pertanyaan yang belum ada jawabannya. Kalau pakai logika untuk mencukupi produksi dalam neegri dulu. Peluang ekspor semakin menipis," jelasnya.
Adapun kenaikan produksi diperkirakan terjadi karena peningkatan luas panen seluas 13,71 ribu hektare (0,11 persen) dan juga produktivitas sebesar 0,39 kuintal per hektare.
Sementara itu, ARAM I produksi jagung 2010 diperkirakan sebesar 18,12 juta ton pipilan kerint. Dibandingkan produksi di 2009 (ASEM) terjadi kenaikan sebesar 522,86 ribu ton atau 2,97 persen. ASEM produksi jagung 2009 sebesar 17,59 juta ton pipilan kering, dibandingkan produksi 2008 terjadi kenaikan sebesar 1,28 juta ton atau 7,81 persen.
"Kenaikan produksi di 2010 diperkirakan terjadi karena naiknya luas panen seluas 67,83 ribu hektare atau 1,63 persen dan produktivitas sebesar 0,56 kuintal per hektare atau naik 1,32 persen," jelasnya.
Sedangkan ARAM I produksi kedelai di 2010 diperkirakan sebesar 962,54 ribu ton biji kering. Dibandingkan produksi 2009 terjadi penurunan sebesar 10,41 ribu ton (1,07 persen). Sementara itu ASEM produksi kedelai 2009 tercatat sebesar 972,95 ribu ton biji kering. Dibandingkan produksi tahun 2008 terjadi kenaikan sebesar 197,24 ribu ton atau sebesar 25,43 persen.
"Penurunan produksi 2010 diperkirakan terjadi karena turunnya luas panen seluas 12,43 ribu hektare atau 1,72 persen, sedangkan produktivitas mengalami peningkatan sebesar 0,08 kuintal per hektare atau 0,59 hektare," tandasnya. (ade)