Jateng Ekspor Buah Salak dan Melon ke China

Senin, 1 Maret 2010 14:13 wib
Foto : Corbis.com
Foto : Corbis.com
SEMARANG - Jateng membuktikan komoditas lokal yang ternyata mampu bersaing di pasar internasional di tengah persaingan sengit dalam pasar bebas Asean- China.

Sejak akhir tahun 2009 lalu, Jateng telah dapat mengekspor sejumlah komoditas lokal seperti salak, melon dan buncis prancis ke negara China dan Singapura. Bahkan kapasitas ekspornya sudah mencapai ratusan ton.

Selain komoditas lokal tersebut, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Dinpertan TPH) Jateng sudah memiliki komoditas lain hasil pertanian dalam penjajagan untuk ekspor. Di antaranya komoditas kentang, buncis lokal,serta bayam merah.Kegiatan ekspor ini dilakukan bekerjasama dengan importir dari negara tujuan yang dating langsung ke lokasi tanaman hortikultura meninjau kualitasnya. Sehingga, terdapat jaminan pembeli dari negera importir.

“Hortikultura faktanya mempunyai nilai ekonomi tinggi meski risikonya juga tinggi. Tapi dengan penanganan secara baik dari hulu sampai hilir, yaitu dari pembenihan sampai pengemasan dan marketing, maka kualitasnya bagus, kualitas eskpor. Kita telah berhasil mengekspor salak Nglumut dari Magelang, melon dan buncis Prancis,'' ungkap Kepala Dispertan Jateng TPH Aris Budiono kemarin.

Sejak pencanangan hortikultura oleh pemerintah, pihaknya telah mengambil langkah-langkah program prioritas. Berupa standarisasi sistem budidaya dan pendampingan kelompok tani untuk memberitahukan budidaya tanaman yang benar.Petani dimbing melakukan pembenihan, budidaya, mengamankan hama penyakit, menggunakan pestisida, hingga panen dan pascapanen seperti pengemasan dan pemasaranya.

Hasilnya baru kelihatan tahun 2009, di mana beberapa komoditas mampu menembus pasar ekspor. Dihubungi terpisah, Ketua Kadin Jateng Solechadi mengaku sangat mendukung usaha dari Dinpertan TPH untuk mewujudkan hasil pertanian menjadi komoditas ekspor andalan provinsi ini. Menurutnya, potensi lahan pertanian di Jateng memang luas sehingga manfaatnya perlu dimaksimalkan. (m abduh) (//rhs)
TWITTER »
twit