Gedung Depkeu. Foto: Okezone.com
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan meluncurkan secara resmi program Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) pada 2012.
SPAN adalah salah satu aktivitas terbesar yang pernah dikerjakan Kemenkeu dengan melibatkan instansi terbanyak, jaringan terluas, waktu terpanjang, hingga dana terbesar.
Saat ini SPAN tengah berada pada fase pembangunan, pasca persiapan yang meliputi penetapan kerangka hukum, tata kelola dan proses pengadaannya.
"SPAN ini akan mengintegrasikan fungsi-fungsi yang ada di dua unit eselon I Kementerian Keuangan, yaitu Ditjen Perbendaharaan dan Ditjen Anggaran dalam bentuk pemanfaatan database tunggal yang terintegrasi serta single entry system," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam acara Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN), di Aula Prijadi, Ditjen Perbendaharaan, Kementerian Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (2/3/2010).
SPAN adalah sistem manajemen keuangan yang terintergrasi serta terotomasi secara penuh, mempunyai database yang terpusat, memungkinkan perekaman data hanya sekali dan beroperasi dengan menggunakan business rules yang baku untuk semua proses serta analisis.
Pembangunan SPAN sebagai sebuah proses transformasi menyentuh tiga aspek perbaikan penting, yaitu aspek proses bisnis, aspek teknologi informasi dan aspek perubahan mindset SDM pelaku serta organisasi yang efektif dan efisien.
Pada aspek proses bisnis, terdapat delapan modul penyempurnaan proses bisnis pada SPAN, termasuk koneksitasnya dengan satuan kerja K/L. Kedelapan modul tersebut yaitu penyusunan anggaran, manajemen DIPA, manajemen komitmen, manajemen pembayaran, penerimaan negara, manajemen kas, buku besar dan bagan akun standar serta pelaporan.
Pada aspek teknologi informasi, penggunaan database tunggal yang terintegrasi dan terotomasi, diharapkan akan mereduksi potensi permasalahan yang timbul akibat dari perbedaan data yang digunakan.
"Akurasi, validitas dan kecepatan informasi adalah suatu kebutuhan nyata, baik bagi keperluan internal maupun eksternal Kementerian Keuangan. Diharapkan hal tersebut akan memperkuat mindset pelayanan pada tiap level jajaran pemerintah dan mendorong setiap unti yang terkait pengelolaan keuangan negara ke arah kolaborasi dan sinergi yang lebih kuat," jelasnya.
Dalam acara tersebut mengupas pencapaian terkini dari pengembangan SPAN turut diresmikan penggunaan logo, website, dan newsletter SPAN. Website tersebut beralamat pada www.span.depkeu.go.id dan akan memuat informasi terkini pada proses pembangunan dan implementasi SPAN.
Selain pejabat Kemenkeu dan beberapa kementerian pilot project, turut hadir perwakilan dari Bank Dunia, Uni Eropa, IMF, dan Australia-Indonesia partnership. Hadir pula delegasi dari tiga Kedutaan Besar negara sahabat di Indonesia, yaitu Belanda, Swiss dan Inggris Raya. (ade)