Ilustrasi
LONDON – Zona Euro mencatat outputmanufaktur pada Februari naik ke level tertinggi dalam 30 bulan terakhir. Kenaikan itu dipicu oleh ekspor dan penumpukan stok di dalam negeri.
Data dari Markit Economics menunjukkan, indeks pembelian manajer manufaktur yang menjadi indikator output sektor swasta pada Februari naik menjadi 54,2, dari 52,4 di bulan sebelumnya. ”Angka itu yang tertinggi sejak Agustus 2007,”ungkap Markit Economics kemarin.
Angka indeks yang di atas level 50 tersebut mengindikasikan bahwa manufaktur Zona Euro mengalami pertumbuhan. Hal positif lainnya juga muncul dari hasil survei badan statistik Uni Eropa, Eurostat, pekan lalu yang menunjukkan bahwa tingkat pengangguran di 16 negara pengguna mata uang euro itu tetap 9,9 persen selama tiga bulan berturut-turut.
Hal itu bertolak belakang dengan ekspektasi sebelumnya yang memperkirakan terjadinya lonjakan angka pengangguran.Para ekonom sebelumnya memproyeksikan angka pengangguran hingga 10,1 persen. Stabilnya angka pengangguran tersebut memicu harapan bahwa pasar tenaga kerja mulai menunjukkan perbaikan seiring pulihnya perekonomian.
Namun, kekhawatiran masih tetap menggantung, terutama jika stimulus ditarik oleh pemerintah masing-masing negara Uni Eropa. Eurostat menyebutkan, 38.000 orang di seluruh Zona Eropa telah masuk dalam antrean pengangguran selama Januari.
Dengan demikian, angka total pengangguran di wilayah itu mencapai 15,7 juta orang. Pengangguran telah menjadi masalah akut, terutama bagi para pemuda berusia di bawah 25 tahun. Hal itu menandakan bahwa krisis ekonomi juga telah meningkatkan jumlah orang muda putus sekolah. Eurostat menyatakan, tingkat pengangguran pemuda di Zona Euro mencapai 20,2 persen pada Januari, naik 17,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (WSJ/M Faizal)
(//css)