Foto: Corbis
NEW YORK - Indikator ekonomi Amerika Serikat (AS) awal tahun ini kembali menguat setelah indeks belanja konsumen Januari naik 0,5 persen.
Ini kenaikan keempat selama empat bulan berturut-turut. Sebagai perbandingan, pada Desember tahun lalu tingkat belanja konsumen naik 0,3 persen dan November naik 0,2 persen. Data Januari lebih baik dibanding proyeksi ekonom pada jajak pendapat Reuters yang hanya menguat 0,4 persen. Selain belanja konsumen, sektor manufaktur juga turut menguat, meski melambat dibanding perkiraan semula.
Menurut laporan Institute for Supply Management (ISM) indeks aktivitas perusahaan nasional atau dikenal indeks manufaktur bulan lalu mengalami penurunan menjadi 56,5 poin, turun dibanding Januari sebesar 58,4 poin. Indeks di atas 50 menunjukkan adanya pertumbuhan aktivitas industri dan di bawah 50 terjadi kontraksi. Indeks yang ditunjukkan ISM lebih rendah dibanding proyeksi 80 ekonom dalam jajak pendapat Reuters yang diperkirakan mencapai 57,7 poin.
“Data tersebut memberikan pesan bahwa kemajuan ekonomi terus terjadi, meski tidak secepat yang diharapkan,” kata ekonom senior Decision Economics Pierre Ellis di New York Senin (1/3). Dia menambahkan, apa yang disampaikan dalam data terbaru menunjukkan bahwa pemulihan masih berhadapan dengan sejumlah risiko.
Salah satunya data penjualan rumah Januari lalu yang secara mengejutkan turun menuju level terendah dalam tujuh bulan terakhir. Analis lainnya mengkhawatirkan pemulihan ekonomi dari resesi terburuk sejak 1930-an yang sedang berlangsung bisa tersandung di semester kedua tahun ini, jika belanja masih tidak merata. Pasalnya di AS belanja konsumen merupakan kunci pemulihan karena menyumbang dua per tiga dari aktivitas ekonomi secara keseluruhan.
Adanya peningkatan beberapa aktivitas ekonomi, terutama pada sektor manufaktur, diyakini bakal berdampak pada membaiknya pasar tenaga kerja di masa yang akan datang. Jumat (26/2) pekan lalu Pemerintah AS menyatakan bahwa tingkat pengangguran Februari bisa menurun jadi 9,7 persen dari semula 9,8 persen.
“Badai pengangguran berdampak besar pada negara ini selama akhir bulan lalu dan mendistorsi data statistik. Ini akan sangat penting melihat tren yang terjadi di masa datang,”ujar Penasihat Ekonomi Gedung Putih Larry Summer. Secara umum,aktivitas perusahaan global menunjukkan perbaikan, dari Asia hingga Eropa.
Ini mendorong perdagangan saham Senin lalu di AS seperti Dow Jones ditutup menguat 0,67 persen, Nasdaq naik 1,58 persen, dan Standard & Poor’s 500 naik 1,02 persen. “Angka yang ditunjukkan ISM nomor dua tertinggi sejak akhir 2005 lalu,” kata Peter Boockvar, ahli strategi pada Miller Tabak and Co di New York. “Data tersebut lebih menggambarkan bahwa sektor manufaktur berlanjut memimpin pemulihan,” tambahnya. (Rtr/Yanto Kusdiantono) (//css)