Foto: Corbis
NEW YORK - Harga minyak mentah berhasil tembus USD80 per barel, pada penutupan perdagangan Selasa (2/3/2010) waktu setempat.
Seperti dikutip dari Associated Press, Rabu (3/3/2010), harga acuan minyak untuk kontrak April naik 98 dolar Amerika ke level USD79,68 per barel pada New York Mercantile Exchange (Nymex). Pada awal perdagangan minyak menembus USD80,95 per barel. Pada Senin lalu, harga minyak turun 96 sen ke USD78,7 per barel. Sedangkan di London, harga minyak jenis Brent naik USD1,27 ke level USD78,16 per barel.
Beberapa bulan terakhir, harga minyak berada pada kisaran USD70-80 per barel, karena sentimen belum meningkatnya permintaan bahan energi di AS dan krisis utang Yunani. Pada Maret ini, umumnya harga minyak meningkat karena para pengilang lebih memilih untuk memproduksi gasolin.
Harga minyak yang masih berfluktuasi, dipicu oleh harapan para investor bahwa pemulihan ekonomi akan memperbaiki permintaan global, terutama pada China dan negara-negara berkembang lainnya.
Sebelumnya, harga minyak sempat menyentuh level USD80,62 per barel pada perdagang Senin (1/3/2010) di Nymex, sebelum turun ke USD78,7 atau setara 96 sen dolar Amerika. Dalam beberapa pekan terakhir, harga minyak sempat menembus level USD80 per barel. Sedangkan di London, harga Brent turun 70 sen dolar Amerika ke USD76,89 pada ICE futures.
Penguatan dolar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya, menekan harga minyak. Pasalnya, minyak diperdagangkan dengan menggunakan dolar AS pada pasar global dan menjadi mahal bagi pemegang mata uang lainnya kala dolar AS menguat.
Sekedar mengingatkan, harga minyak mencatat kenaikan lagi hingga di atas USD80 per barel di perdagangan Asia pekan lalu ditopang oleh melemahnya dolar dan tanda-tanda menguatnya ekonomi AS. (css)