Ist
WASHINGTON - Wakil Gubernur Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) Donald Lewis Kohn menyatakan akan mengundurkan diri pada akhir Juni mendatang. Kohn merupakan salah satu tokoh di balik keberhasilan sistem moneter semasa krisis keuangan di AS bersama Gubernur Fed Ben Bernanke.
Seperti dikutip dari Associated Press, Rabu (3/3/2010), dalam surat kepada Presiden AS Barack Obama yang dirilis Senin (1/3/2010) lalu, Kohn menyatakan akan mengundurkan diri pada 23 Juni, bertepatan dengan masa berakhirnya jabatan wakil gubernur Fed. Mundurnya Kohn dari jabatan yang sudah diembannya selama empat tahun itu memberikan kesempatan bagi Obama untuk mengisi lowongan di level pimpinan Fed.
Menurut analis dari Nomura Securities Zach Pandl, ada dua tantangan besar yang dihadapi bank sentral AS sepeninggal Kohn. Kedua hal yang dimaksud adalah komunikasi tentang bagaimana cara keluar dari situasi luar biasa berupa kebijakan moneter longgar dan mempertahankan pengawasan aturan perbankan secara keseluruhan.
Pengunduran diri Kohn sebagai wakil orang nomor dua di The Fed hanya berselang sebulan setelah Senat mengesahkan Ben Bernanke sebagai gubernur The Fed untuk masa jabatan kedua. “Keputusan mundur adalah haknya,” kata salah seorang pejabat Gedung Putih.
Gedung Putih menyatakan bahwa Obama akan bergerak cepat mengumumkan nama wakil gubernur Fed yang baru dan meyakinkan bahwa Senat akan menyetujuinya. “Dia akan melihat nomine secepatnya dan berharap bisa segera dikonfirmasi,” kata Juru Bicara Gedung Putih Robert Gibss. Kohn, 65, mulai bergabung dengan Bank Sentral AS di cabang Kansas City pada awal tahun 1970-an.
Kariernya terus menanjak dan menjadi salah seorang berpengaruh di Fed hingga duduk di level direksi sejak 2002. Menurut Reuters, di antara tokoh yang mungkin menjadi pengganti Kohn adalah Christina Romer, dewan penasihat ekonomi Gedung Putih.
Kandidat lainnya adalah seorang profesor pada Universitas Georgetown, Daniel Tarullo,dan Gubernur The Fed San Francisco, JanetYellen. “Siapa pun yang ditunjuk dan apa pun spesialisasinya yang terpenting adalah dalam jangka pendek mereka datang dari latar belakang makroekonomi dan kuat dalam forecasting,” kata mantan Gubernur Fed Laurence Meyer.
(css)