Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - Pendapatan industri asuransi jiwa nasional pada kuartal IV-2009 meningkat 76,25 persen menjadi Rp81,71 triliun dari sebelumnya di periode yang sama Rp46,36 triliun.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Evelina S Pietruschka dalam paparan kinerja Asuransi Jiwa Nasional, di Poste Restaurant, The EAST Building, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (3/3/2010).
Menurutnya banyaknya bencana alam yang terjadi belakangan dan telah meredanya krisis keuangan membantu kesadaran masyarakat untuk berinvestasi dan membeli produk asuransi. "Ini berarti produk asuransi semakin diminati masyarakat," katanya.
Adapun sumbangan pendapatan premi pada kuartal IV-2009 mencapai Rp60,24 triliun atau tumbuh sebesar 27,26 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp47,33 triliun. Sementara untuk pendapatan non-premi naik signifikan mencapai Rp21,47 triliun dari sebelumnya Rp973,8 miliar.
Dari total pendapatan premi tersebut, sebesar Rp40,41 triliun merupakan pendapatan premi produksi baru. Sedangkan pendapatan dari premi lanjutan sebesar Rp19,82 triliun atau naik 19,96 persen dari 2008.
Selain itu, untuk pendapatan unit link meningkat sebesar 21,5 triliun atau naik 55,22 persen dari sebelumnya Rp13,85 triliun. Sementara untuk klaim di 2009 mencapai Rp38 triliun atau naik 30 persen. Dengan rincian, klaim meninggal dunia sebesar tujuh persen dan klaim manfaat atau leasing benefit 92 persen.
Sementara untuk klaim bencana gempa Sumatra Barat September lalu hanya sebesar kurang dari satu persen dari total yang ada. Menurut Head Compliance and Best Practice AAJI Adi Purnomo mengatakan bila hal ini dikarenakan banyak korban bencana yang tidak menjadi nasabah AAJI. (ade)