Foto: Corbis
JAKARTA - PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) mencatatkan peningkatan keuntungan dalam laporan keuangan selama 2009 menjadi Rp112 miliar, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp90 miliar.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PPA Boyke Mukizat, saat berbincang dengan wartawan, di Jakarta, Rabu (3/3/2010).
PPA juga menargetkan keuntungan di 2010 sebesar tujuh persen, jika dibandingkan periode 2009 yang tercatat sebesar Rp112 miliar. Sementara itu, restrukturisasi korporasi akan terus dilakukan oleh PPA. Untuk BUMN yang rugi yang tidak memiliki prospek, opsi terakhir yang akan diambil oleh Kementerian BUMN untuk melakukan likuidasi.
Sementara untuk menyehatkan BUMN, PPA akan membantu meningkatkan kinerja perusahaan. Misalnya dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI), perlu perbaikan neraca dan struktur keuangan sehingga bisa bankable. Sehingga PTDI dapat memenuhi persyaratan kondisi keuangan dalam mengikuti tender-tender dalam maupun luar negeri.
"Jika kondisi keuangan bagus, maka perseroan bisa menarik kredit dari perbankan guna mendanai proyek yang diperoleh," lanjutnya.
Sekadar mengingatkan, PPA pada awalnya dibentuk pemerintah untuk mengelola aset-aset eks pemilik saham bank yang dikelola Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) yang dililit utang kepada pemerintah dalam bentuk Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). PPA hanya menjual aset berupa properti atau surat berharga yang sudah free and clear (bebas dari masalah).
Namun, mulai 1 Januari 2009, PPA tidak lagi mengelola aset eks BPPN. Perusahaan yang bernaung di bawah pengawasan Menteri Keuangan ini mendapatkan mandat baru yakni, menyehatkan BUMN yang memiliki masalah keuangan.
(css)