Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - Ekonom Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan dengan adanya free trade agreement (FTA) dengan Turki maka akan memberikan keuntungan bagi Indonesia.
"Banyak produk kita yang dikenakan beban tinggi oleh Turki. Selain itu, ada juga kan produk kita yang dituduh dumping oleh mereka. Jadi dengan adanya perjanjian ini, maka mereka akan hilangkan beban tinggi dan juga menghapus tuduhan dumping itu. Dengan adanya FTA ini, Turki bertujuan untuk menembus pasar Indonesia," kata Purbaya di Jakarta, Rabu (3/3/2010).
Kendati demikian, Purbaya menyarankan agar pemerintah Indonesia bisa memilah produk mana saja yang akan diekspor ke Turki agar tidak lagi terancam seperti kasus dumping.
"Kita harus memilih mana barang yang tidak akan mengancam. Kita juga harus mempersiapkan industri dalam negeri. Kita harus bisa menginvestigasi barang mana saja dan keuntungannya juga," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komite Tetap Kerja Sama Timur Tengah, OKI dan Eropa Fachri Thaib menyatakan saat ini, masih terdapat masalah antara hubungan Turki dan Indonesia yakni dumping. "Sekarang memang sedang ada hambatan. Barang-barang kita banyak kena tuduhan dumping, seperti gandum, jadi masih sulit," kata Fachry.
Fachry berharap, masalah tersebut bisa selesai secepat mungkin. "Mudah-mudahan masalah ini hanya untuk sementara. Prospeknya masih bagus. Delegasi mereka tadi ke Indonesia kan. Kedua negara ini harus bersahabat. Pandangan mereka ke kita juga positif kok. Ini hanya masalah misunderstanding. Turis mereka juga makin banyak yang berkunjung. Kita harus jeli agar tidak ada masalah buruk lain yang terjadi," ujarnya.
Fachry menambahkan, pihaknya sudah membicarakan masalah tersebut dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag). (Sandra Karina/Koran SI/ade)