Getting time...

Ekspor Menurun Hal yang Wajar

Rabu, 3 Maret 2010 20:46 wib
Kegiatan Ekspor Impor di Tanjung Priok. Foto: Tangguh Putra/okezone.com
Kegiatan Ekspor Impor di Tanjung Priok. Foto: Tangguh Putra/okezone.com
JAKARTA - Ekonom Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bila nilai ekspor yang tercatat menurun selama 2009 dinilai sebagai persoalan yang wajar.

"Ya itu wajar. Karena, pertumbuhan ekonomi kita juga melambat. Automatis, barang-barang yang diekspor juga terkena dampak negatif," tutur dia, di Jakarta, Rabu (3/3/2010).

Purbaya mengharapkan, sebaiknya Indonesia tidak hanya mengutamakan ekspor berupa produk sumber daya asing (SDA) saja, melainkan juga produk industri manufaktur, seperti alas kaki dan tekstil.

"Dengan tidak adanya FTA, SDA kita kan sudah laku disana. Jangan menitikberatkan pada FTA saja. Harus melihat produk manufakturing. Jadi kita harus cerdas dalam tentukan strategi perdagangan," papar Purbaya.

Purbaya menambahkan, dengan adanya FTA tersebut, tidak lantas automatis mampu memudahkan Indonesia menembus ke pasar Eropa. "Enggak langsung mudah masuk ke pasar Eropa. Kan harus memperhitungkan tarif impor yang benar. Tidak semudah yang dibayangkan," tukas dia.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan adanya penurunan ekspor sebesar 13,29 persen atau mencapai USD11,57 miliar pada Januari 2010 bila dibandingkan Desember 2009. Kendati demikian, bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai ekspor tersebut naik sebesar 58,99 persen. (Sandra Karina/Koran SI/ade)
TWITTER »
twit