Getting time...

Mendag Tak Gubris Desakan Negosiasi CAFTA

Candra Setya Santoso - Okezone
Kamis, 4 Maret 2010 13:19 wib
Mendag Mari Elka Pangestu. Foto: Heru Haryono/Okezone.com
Mendag Mari Elka Pangestu. Foto: Heru Haryono/Okezone.com
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Elka Pangestu tetap tidak menggubris desakan untuk negosiasi ulang atas diberlakukannya Asean-China Free Trade Area (ACFTA).

Mari berdalih, perundingan tersebut tidak bisa diburu-buru atau ditargetkan kapan selesainya. Alasannya, perundingan ini bukan hanya menyangkut kinerja tim negosiator, tapi juga dinamika dalam forum ASEAN.

"Perundingan ini bisa cepat dan bisa lambat. Ini tergantung dinamikanya." kilah Mendag, saat ditemui wartawan, saat konferensi pers Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2010, di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (4/3/2010).

Mari Pangestu mengklaim, perundingan tersebut sudah dalam proses, namun masih dalam tahap awal. "Yang jelas kami berjanji akan bekerja semaksimal mungkin. Perundingan ulang itu ada tahapan-tahapannya. Sekarang kita sudah mulai tahap awal," kilahnya.

Sekadar mengingatkan, Mendag diberi batas waktu enam bulan untuk menyelesaikan renegosiasi FTA tersebut. Alasannya, ada sekira 228 pos tarif (produk) lokal yang berdaya saing rendah. Jika tidak segera dinegosiasi ulang. pos tarif ini tidak bakal bertahan menghadapi rezim perdagangan bebas.

Kementerian Perdagangan mengklaim sudah berupaya dengan menggalakkan penggunaan produk dalam negeri dengan promosi 100 Persen Cinta Indonesia. Dengan promosi ini, diharapkan bisa meningkatkan konsumsi masyarakat terhadap produk dalam negeri.

"Targetnya, agar masyarakat bangga pada produk dalam negeri," tukas harap Menteri Perdagangan dua periode pemerintahan Presiden SBY ini. (ade)
  • edy » 0 Tanggapan
    Kenapa ya kok tidak dari dulu-dulu acfta diributkan, katanya di Indonesia banyak orang pinter, kok sudah jalan baru banyak yang protes.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit