Foto: Koran SI
JAKARTA - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) menargetkan pendapatan dari transaksi kartu kredit sebesar Rp4 triliun. Nilai tersebut naik 33,3 persen dari pencapaian tahun lalu sebesar Rp3 triliun.
"Optimisme tersebut dilakukan karena perseroan akan meluncurkan kartu kredit American Express Gold Corporate. Kartu tersebut akan ditujukan untuk direksi baik CEO, CFO maupun COO perseroan," tegas Senior Vice President Premium & Corporate Segment Group Head Bank Danamon Darwin selepas acara peluncuran Kartu Kredit American Express Gold, di Resto Pizza e Birra Plaza Indonesia Jakarta, Kamis (4/3/2010).
Kartu kredit tersebut memang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan eksekutif senior dan pebisnis yang sering melakukan perjalanan. Namun kartu kredit tersebut sebenarnya untuk memenuhi kebutuhan transaksi pembayaran perusahaan dan bukan untuk pribadi.
Sehingga, perseroan akan memilih perusahaan yang cukup sehat dalam aset sebagai target marketnya. Seperti perusahaan multinasional, perusahaan asing, perusahaan yang listing di bursa efek maupun perusahaan lokal.
"Kartu kredit tersebut banyak digunakan oleh perusahaan untuk pembayaran travel hingga operasional kantor. Namun limitnya akan disesuaikan dengan kebutuhan kantor masing-masing, minimal Rp10 juta-Rp2 miliar per bulan," tambahnya.
Group Head Corporate Card Services Bank Danamon Perriz Azwir menjelaskan kartu kredit tersebut tidak dikenakan bunga keterlambatan. Namun jika terlambat membayar, perusahaan tersebut hanya membayar denda.
"Biasanya perusahaan akan langsung melunasi tagihan per bulannya. Sehingga kami tidak akan mengenakan bunga tagihan keterlambatan, tapi hanya denda," jelas Perriz.
Untuk kartu kredit Gold ini perseroan menargetkan dapat memperoleh 2.100 pengguna. Jumlah itu diperoleh dari sekira 700 nasabah korporasi existing Bank Danamon tahun lalu.
Jika di masing-masing perusahaan ada tiga orang pucuk pimpinan, maka akan diperoleh 2.100 pucuk pimpinan sebagai pengguna kartu kredit Gold tersebut.
"Karena kami tidak menerima fee dari bunga, maka kami hanya menerima fee dari merchant saat kartu kredit tersebut digunakan. Fee tersebut berkisar 2-3,5 persen dari total pembayaran," jelasnya tanpa menyebut pendapatan non bunga (fee based income) dari kartu kredit tersebut.
Kartu kredit ini merupakan lanjutan dari kartu kredit Green Corporate. Kartu ini digunakan untuk jajaran staf perusahaan ke bawah.
Hingga akhir 2009, jumlah pengguna kartu kredit Bank Danamon sekira 10 ribu kartu. Dengan adanya kartu Gold tersebut, perseroan menargetkan kenaikan sebesar 30 persen. "Jumlah merchant kita ada 30 ribu merchant. Uniknya kartu kredit ini menggunakan dual currency sehingga bisa langsung digunakan untuk transaksi dalam mata uang dollar," tambahnya.
Karena kartu kredit tersebut untuk kalangan korporasi, maka rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) perseroan di bawah NPL industri. Hingga akhir 2009, NPL kartu kredit Danamon sebesar lima persen. (Didik Purwanto/Koran SI/css)