Getting time...

SBY Bicara Krisis Global, Sri Mulyani Berkaca-Kaca

Insaf Albert Tarigan - Okezone
Kamis, 4 Maret 2010 20:24 wib
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Heru Haryono/Okezone.com
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Heru Haryono/Okezone.com
JAKARTA - Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada malam ini dihadiri beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, salah satunya Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Saat Presiden dalam pidatonya mengingatkan kembali terkait kekhawatiran sejumlah legislator terhadap hantaman gelombang tsunami krisis global pada November 2008 lalu, Sri Mulyani pun terharu.

Penglihatan okezone di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/3/20910), Sri Mulyani tampak mengangguk-angguk dan matanya berkaca-kaca. Menteri Keuangan yang kerap dipanggil Ani ini, tampak menarik nafas dalam-dalam dan kepalanya tertunduk.

Berdasarkan data yang dimiliki BI, per 31 Oktober 2008, rasio kecukupan modal (CAR) Bank Century minus hingga 3,52 persen. Oleh karena itu, untuk menaikkan CAR yang ditetapkan BI sebesar delapan persen atau setara Rp632 miliar, maka ditambahkanlah modal ke Bank Century.

Dalam rapat tersebut dibahas pula apakah nantinya Bank Century ini akan berdampak sistemik bila dilikuidasi. Maka kemudian, diserahkanlah Bank Century ke lembaga penjamin tersebut.

Seperti diketahui, pada 23 November 2008, jumlah dana yang dikucurkan Rp2,776 triliun. BI menilai untuk CAR delapan persen dibutuhkan dana sebesar Rp2,655 triliun. Dalam peraturan LPS, LPS dapat menambah modal sehingga CAR bisa mencapai 10 persen, yaitu Rp2,776 triliun.

Kemudian pada 5 Desember 2008, LPS mengucurkan Rp2,201 triliun. Dana tersebut untuk memenuhi ketentuan tingkat kesehatan bank. Selanjutnya kembali dikucurkan pada 3 Februari 2009 sebesar Rp1,55 triliun. Lalu pada 21 Juli 2009 dikucurkan Rp630 miliar untuk menutupi kebutuhan CAR.

Keputusan tersebut juga berdasarkan hasil assesment BI atas hasil audit kantor akuntan publik (AP). Sehingga dana yang dikucurkan, mencapai total Rp6,762 triliun. (ade)
  • gembel » 0 Tanggapan
    @yanto, bodoh sekali anda ini, uang 6,7 T itu justru menyelamatkan perkonomian indonesia, anda lihat bagaimana indikator ekonomi mulai berjatuhan saat itu??? IHSG dan rupiah anjlok, kalangan perbankan mulai ketar ketir karena ada bank yg bermasalah selain juga situasi moneter dunia yg kacau.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • adeeet » 0 Tanggapan
    bodohnya PEMERINTAH kita waktu kita menjual PT.Indosat (5 triliun) dan BII (Bank Internasional Indonesia 2 triliun) kpd Pt Temasek (Singapura).. Pemerintahaan saat itu hny mngerti menjual yg sudah ada.. hrusnya d adakan PANSUSnya sprti halnya bank Century pd saat ini!! MEGAWATI hrus brtanggung jawab atas hal ini ;(
    Beri Tanggapan Laporkan
  • parjo » 0 Tanggapan
    sudahlah pak SBY dan wakilnya serta menteri kuangan bu ani maju terus pantang mundur,rakyat mendukungmu.buat DPR2 jangan sok blagu kalian,kalian dipilih bukan dilotre tapi dipilih tuk membantu rakyat .ingat hai para politikus2 yang rakus yang merasa korupsi malaikat maut sedang mengintai saudara,sadarlah!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Fajar » 0 Tanggapan
    saya tetap percaya Integritas Ibu SMI, Pak SBY dan Pak Boediono... pansus hanya bisa melihat dari sudut pandang politik, mereka tidak bisa melihat dari sudut pandang ekonomi.... seandainya mereka ada diposisi Ibu SMI pada waktu itu, mereka pasti tidak bisa berbuat apa-apa. seandainya bailout tidak diberikan pada saat krisis dan Indonesia Collapse mereka juga menyalahkan Ibu,,,, jadi memang benar banyak orang Indonesia belum bisa menghargai Orang pintar spt Bapak" dan Ibu.tetap lanjutkan Tugas Anda Ibu Dosen.. masih banyak Rakyat yang mendukungmu :)
    Beri Tanggapan Laporkan
  • yanto » 0 Tanggapan
    sudah jelas pemerintah melakukan kesalahan dalam kasus century, pemerintah seharusnya memberikan uang kepada rakyat miskin bukannya kepada bank century
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit