Pjs Dewan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) tetap mempertahankan BI Rate di kisaran level 6,5 persen kemarin dengan dalih untuk menurunkan rentang (spread) bunga kredit lebih dalam lagi.
"Loh, justru kita menahan BI rate agar spread-nya turun, supaya kreditnya turun," ujar Pjs Dewan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution saat ditemui wartawan seusai salat Jumat di Gedung BI, Jakarta, Jumat (5/3/2010).
Sekadar mengingatkan, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 4 Maret 2010 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate pada level 6,5 persen.
Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan bahwa BI Rate pada tingkatan tersebut dipandang masih konsisten dengan pencapaian sasaran inflasi di 2010 dan 2011 sebesar lima persen plus minus satu persen, serta masih kondusif bagi upaya memperkuat proses pemulihan perekonomian, stabilitas keuangan, serta intermediasi perbankan.
Dewan Gubernur berpendapat bahwa pemulihan ekonomi domestik terus berlangsung dan cenderung lebih baik dari perkiraan di awal tahun.
Di samping konsumsi swasta yang tetap meningkat, kinerja ekspor mulai mencatat pertumbuhan yang positif sejalan dengan semakin membaiknya prospek pemulihan ekonomi dunia.
Peningkatan ekspor tidak hanya terjadi pada komoditas pertambangan dan pertanian, tetapi juga ekspor komoditas manufaktur mulai mengalami peningkatan, baik ke negara-negara Asia maupun ke Amerika Serikat. (wdi) (rhs)