Getting time...

Hipmi: Ekonomi Indonesia di Persimpangan Jalan

Jum'at, 5 Maret 2010 16:17 wib
Ketua Umum Hipmi Erwin Aksa. Dok Hipmi
Ketua Umum Hipmi Erwin Aksa. Dok Hipmi
BATAM - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menyimpulkan bila ekonomi Indonesia saat ini berada di persimpangan jalan antara kejayaan dengan kemunduran.

Hasil rekomendasi tersebut diungkapkan Ketua umum Hipmi Erwin Aksa, selama pelaksanaan Rakernas Hipmi ke XIV pada 3-5 Maret di Batam, Jumat (5/3/2010), di mana pihak Hipmi banyak memberikan masukan kritis bagi pemerintah.

Dari sisi kejayaan, Indonesia sebagai bangsa besar yang berpengaruh mampu memanfaatkan semangat globalisasi, baik dalam arti pasar bebas maupun demokratisasi sistem pemerintahan.

Sedangkan dari sisi kemunduran, menurut Erwin, faktanya Indonesia hanya dimanfaatkan oleh globalisasi ditandai dengan kemandirian yang makin tergerus.

"Di persimpangan tersebut tidak banyak waktu bagi Indonesia untuk menentukan pilihan. Padahal begitu banyak yang segera dilakukan untuk mengejar ketertinggalan Dalam arus globalisasi," tegas Erwin.

Erwin menambahkan, peningkatan daya saing adalah kebutuhan masa kini yang harus segera dipenuhi. Setidaknya ada tiga peluang besar yang dapat dijadikan momentum emas bagi Indonesia yaitu pemulihan ekonomi global, implementasi FTA ASEAN-China, serta demokratisasi dan desentralisasi di dalam negeri.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar mengatakan pemerintah menyambut positif rekomendasi Rakerna Hipmi. Menurut Mahendra, rekomendasi tersebut merupakan peringatan bagi pemerintah untuk memecahkan persoalan kemunduran Indonesia di tengah arus globalisasi.

"Saya melihatnya mereka (Hipmi) geregetan dengan begitu banyak kesempatan perekonomian yang lebih cepat lagi. Tapi kok kita tidak konsentrasi, padahal globalisasi yang membutuhkan persaingan lebih keras sudah terjadi," pungkas Mahendra. (Arif Sinaga/Trijaya/ade)
TWITTER »
twit