Getting time...

Selepas Pidato SBY

Pasar Saham Hanya Terpengaruh Kondisi Global

Andina Meryani - Okezone
Jum'at, 5 Maret 2010 13:46 wib
Papan Perdagangan IHSG. Foto: Koran SI
Papan Perdagangan IHSG. Foto: Koran SI
JAKARTA - Hasil Sidang Paripurna DPR Hak Angket Bank Century dan Pidato tanggapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) semalam tidak terlalu banyak mempengaruhi kondisi ekonomi dalam negeri dan kepercayaan diri investor.

Ekonom Standard Chartered Fauzi Ikhsan menilai, menggeliatnya pasar saham dalam negeri pascapidato Presiden semalam lebih disebabkan kondisi global, bukan karena hasil sidang paripurna Bank Century.

Namun, dirinya tidak menampik bahwa pernyataan Presiden SBY itu semakin mengukuhkan kepercayaan diri investor karena posisi menteri keuangan dan wakil presiden tidak akan mengundurkan diri dari jabatannya akibat keputusan sidang paripurna tersebut.

"Pagi ini IHSG naik 0,2 persen, bursa saham sekelilingnya juga menguat. Menurut saya, faktor-faktor global ini unuk sementara menutup dampak negatif dari sidang paripurna dua malam lalu, dan statement dari Presiden SBY semalam membuktikan bahwa semakin mengukuhkan kepercayaan pasar terhadap Menkeu dan Wapres tidak akan mengundurkan diri," ujarnya saat dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (5/3/2010).

Menurutnya, saat ini investor masih menganggap permasalahan Bank Century sebagai masalah lokal di mana masalah penyelamatan bank saat kondisi krisis juga dilakukan di beberapa negara.

Sementara itu, dari sisi hukum hingga saat ini belum dapat dibuktikan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh Menkeu ataupun mantan Gubernur BI, ataupun terkait penyaluran dana ke pihak-pihak tertentu.

"Tidak ada bukti unsur pidana dari penyaluran dana tersebut dan kebijakan KSSK saat itu berdasarkan perpu juga dinilai ilegal, jadi dari sisi hukum Sri Mulyani dan Boediono aman. Jadi kalau dari sisi hukum mereka aman, maka alasan pemakzulan kecil," jelasnya.

Dirinya justru melihat hasil keputusan tersebut dapat memperburuk hubungan Pemerintah dan DPR sehingga dikhawatirkan dapat menghambat kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah kedepannya. Meskipun demikian, dirinya meyakini bahwa kondisi tersebut tidak akan menimbulkan krisis politik maupun krisis konstitusional.

Untuk itu, dirinya menilai, investor akan tetap memasang sikap wait and see namun tetap optimis bahwa kasus ini tidak akan membawa pengaruh buruk bagi perekonomian Indonesia.

"Ya mereka akan tetap wait and see dengan waktu dan percaya Sri Mulyani dan Boediono masih aman apalagi dengan statement SBY semalam," tandasnya. (ade)
TWITTER »
twit