Foto: Corbis
JAKARTA - Fitch Ratings pada hari ini menaikkan peringkat internasional jangka panjang mata uang asing dan lokal (Issuer Default Ratings/IDR) PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) ke BB+ dari BB dengan prospek peringkat adalah stabil.
Seperti diungkapkan analis di group institusi keuangan Fitch Humprey Tjia dalam keterangan tertulis yang diterima okezone, di Jakarta, Sabtu (6/3/2010), pada saat yang sama, Fitch juga menegaskan peringkat nasional jangka panjang BNI di AA(idn) dengan prospek stabil, peringkat individual di C/D, peringkat dukungan di 3, batas bawah peringkat dukungan di BB dan peringkat jangka pendek di B.
"Kenaikan peringkat internasional jangka panjang mata uang asing dan lokal BNI mencerminkan perbaikan profil keuangan bank yang ditunjukkan oleh penguatan profitabilitas serta membaiknya cadangan atas kredit bermasalah," katanya.
"Membaiknya kondisi makro ekonomi di tahun 2010 akan mendukung ekspektasi Fitch mengenai peningkatan kualitas aktiva dan pendapatan bank," lanjut Humprey. Pada tanggal 25 Januari 2010, Fitch menaikkan peringkat utang Indonesia menjadi BB+/Stabil dari BB/Stabil. (Lihat publikasi berjudul "Fitch Upgrades Indonesia to BB+; Outlook Stable")
Secara relatif kredit bermasalah BNI masih tinggi and rasio permodalannya rendah, karenanya penegasan peringkat nasional BNI di AA(idn) mencerminkan posisinya dibandingkan pesaing setaranya yang memiliki peringkat AAA(idn) hingga AA+(idn) dan peringkat individual C/D yang lebih kuat.
Profitabilitas inti BNI sebagaimana diukur dari tingkat imbal hasil aset (ROA) sebelum pencadangan kredit bermasalah meningkat menjadi 3,5 persen di tahun 2009 (2008: 3,2 persen; 2007: 2,3 persen) meskipun menghadapi situasi operasional yang lebih menantang sepanjang Q408-H109. Perbaikan ini didukung oleh melebarnya pendapatan bunga bersih (NIM) karena makin tingginya porsi kredit terhadap aset bank dan penurunan biaya dana.
Kredit bermasalah (NPL) turun ke 4,6 persen (2008: 5,0 persen; 2007: 10,5 persen) sedangkan pencadangan atas NPL meningkat menjadi 120 persen di tahun 2009 (2008: 101 persen; 2007: 72 persen). Posisi permodalan BNI masih relatif lemah dibanding pesaingnya; BNI memiliki Modal Inti (Tier 1 CAR) 10,2 persen di akhir tahun 2009 (Total CAR: 13,7 persen). Fitch mencatat bahwa BNI telah melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki permodalannya melalui penurunan rasio pembayaran dividen dari laba tahun 2008, rencana mendapatkan penanaman modal melalui penawaran umum terbatas yang mungkin akan terealisasi di tahun 2011.
BNI, didirikan pada tahun 1946, merupakan salah satu dari empat bank yang dimiliki Pemerintah dan merupakan bank terbesar keempat di Indonesia dari total aset. Setelah program divestasi yang dilakukan di Agustus 2007, kepemilikan Pemerintah turun dan menjadi 76,4 persen di akhir tahun 2009 dari sebelumnya 99,1 persen. (css)