Ilustrasi. Foto: Corbis
HONG KONG - Perusahaan grup kosmetik L'Occitane asal Prancis mempersiapkan dirinya untuk melakukan initial public offering (IPO) atau penawaran umum saham perdananya di Hong Kong.
Dikutip dari AFP, Minggu (7/3/2010), langkah ini dilakukan sebagai suatu langkah yang menggambarkan akan meningkatnya permintaan barang-barang mewah di Asia.
Sebagai informasi, perusahaan yang berbasis di Prancis dan berdiri pada 1976 ini menjual produk-produk perawatan kulitnya di 85 negara. Diharapkan, L'Occitane bisa memperoleh dana sebesar USD700 juta dalam IPO tersebut, di mana dana itu nantinya akan digunakan untuk mendanai ekspansi mereka ke Asia.
"Produk L'Occitane di Asia dipandang sebagai sebuah kemewahan yang terjangkau dan melakukan listing di Hong Kong sebagai salah satu cara untuk masuk ke strategi pasar China. Untuk rencana pertumbuhan di masa depan dan pengakuan merek regional," demikian diungkapkan dalam sebuah pernyataan dalam perusahaan tersebut.
Seperti diketahui, L'Occitane mempunyai pendapatan sebesar USD731 juta per Maret 2009. Wilayah Asia Pasifik menyumbang sekira 40 persen dari penjualan perusahaan secara global. Pihak L'Occitane pun berencana membuka 40 gerai baru di China.
Langkah ini merupakan bagian dari tren untuk para pengecer kelas high-end sebagai imbas dari gejolak keuangan di Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Hal ini membuat pihak L'Occitane mengubah perhatian mereka ke pasar Asia yang sedang berkembang, di mana ekonomi yang luas di India dan China terus memosting tingkat pertumbuhan yang mengesankan meskipun terjadi penurunan ekonomi global.
Listingnya L'Occitane pun akan menjadi dorongan bagi bursa Hong Kong, yang saat ini sedang berusaha untuk menarik lebih banyak perusahaan asing yang berkepentingan dengan memanfaatkan potensi luas pasar China. (ade)